Thursday, November 15, 2007

MegaPTR.com

Hari ini, pukul 09:15 PM waktu Indonesia Bagian Barat, saya telah memenuhi batas pencairan minimum untuk free member pada megaptr.com dan sudah mengajukan request payout. Walopun ada beberapa teman yang meng-klaim bahwa megaptr.com adalah scam, rasanya sangat tidak afdol ketika kita hanya mendengar sesuatu dan langsung mempercayainya, tanpa kita tahu sendiri apa yang ada disana.
Jangan samakan ketika ada orang mengatakan bahwa sebuah sumur mempunyai kedalaman yang cukup membuat seseorang mati, apabila nekat terjun bebas kedalamnya. Dalam hal ini, walaupun mungkin tidak mati, cedera yang cukup serius pasti akan dialami oleh orang yang nekat terjun bebas ke dalam sumur tersebut. Karena yang saya lakukan disini adalah benar-benar sebuah kegiatan yang tidak mengeluarkan dana sama sekali, hanya membutuhkan pengorbanan waktu yang boleh dibilang sangat tidak sedikit.
Aroma scam memang mulai merebak pada halaman request payout, yaitu ditampilkannya sebuah message box yang harus kita isi. Pada kesempatan tersebut saya hanya mengisikan beberapa kalimat dengan bahasa Inggris yang sangat terbatas, bahwa saya meminta pencairan dana tersebut ke rekening yang ada pada e-bullion dan menanyakan apakah megaptr.com ini scam seperti yang rumour yang beredar, juga saya tambahkan apabila memang program yang mereka selenggarakan bukan scam, maka saya akan mempromosikannya dalam blog ini.
Pencairan pada megaptr ini sekaligus sebagai pembuktian sebuah issue yang beredar disalah satu forum, yang menyatakan bahwa e-bullion lebih tidak diminati oleh para scam-ers dibanding e-gold.
Boleh dikatakan sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, tinggal nunggu tukang pijetnya. Emangnya gak capek ndayung sebegitu jauh???

Friday, November 9, 2007

Bit dan Byte

Dua buah kata yang sangat dekat dengan dunia computer networking atau di Indonesia biasa disebut dengan jaringan komputer, yang hampir mirip tapi sangat berbeda dalam arti, bahkan tidak sedikit dari manusia-manusia yang tiap hari bergelut dengan dunia komputer belum bisa membedakan keduanya. Bagi yang tidak terlalu kenal dengan computer networking, mungkin juga sering menemukan kata-kata tersebut pada iklan-iklan penyedia layanan internet yang sedang gencar-gencarnya melakukan promo. Saya yang sangat awam dalam dunia computer networking, pertama juga sangat tidak mengerti perbedaan kedua buah kata tersebut. Saya menganggap bahwa memang tidak ada perbedaan antara keduanya, saya berpikir ketika ada yang menuliskan huruf kecil atau besar, itu hanyalah kesalahan tulis atau kesalahan pengejaan atau mungkin juga memang sedang menggunakan tulisan gaul dengan tulisan yang morat-marit tanpa memperhatikan penempatan huruf besar dan kecil.
Sampai pada saat saya membaca sebuah buku pinjaman tulisan S'to, berjudul Wireless Kung Fu yang diterbitkan oleh Jasakom, barulah saya bisa sedikit paham akan perbedaan dari kedua kata tersebut. Ternyata antara keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar dan sangat salah apabila kita menyamakan fungsi dari keduanya, karena kedua-duanya memang sangat berbeda secara nyata. Dalam buku tersebut, S'to menjelaskan berdasar pada pengalaman dari salah seorang temannya yang mengeluhkan kecepatan dari Speedy yang beriklan mempunyai kecepatan sampai dengan 384Kbps, sedangkan yang dia peroleh berdasar pada data yang ditunjukkan downloader dari browser hanya sekitar 29.6KB/sec.
Bayangkan sebegitu besar perbedaan antara angka 29.6 dengan 384, apa yang sebenarnya terjadi??? Apakah Speedy sudah melakukan penipuan besar-besaran terhadap konsumennya??? Ada yang salah dengan hitung-hitungan yang dilakukan oleh downloader browser???
Tidak perlu mencari kambing hitam atas persoalan diatas, karena jawabannya cuma ada didalam cermin. Penulisan huruf besar dan kecil yang dilakukan, ternyata punya arti yang sangat mendalam, bukan merupakan kesalahan tulis, salah eja apalagi pengen terlihat gaul.
Arti b kecil pada Kbps menunjukkan satuan bit, artinya Kbps menunjukkan Kilo Bit per second. Sedangkan B pada KBps menunjukkan satuan byte, bisa diartikan KBps berarti Kilo Bytes per second. Jadi inti permasalahan sebenarnya disini adalah antara istilah bit dan byte, dua buah kata yang sangat mirip, apalagi diucapkan oleh orang Indonesia dengan kemampuan speaking english yang payah seperti saya, orang yang mendengarnya tidak akan merasakan bedanya.
Dalam buku tersebut, Sto menunjukkan bahwa satuan byte merupakan satuan untuk menunjukkan 8 bit, atau dengan kata lain bisa disimpulkan 1 byte sama dengan 8 bit. Sepertinya sudah mulai ada titik terang antara kedua kata tersebut. Jadi bisa dikatakan iklan pada Speedy yang mengklaim sanggup mendownload dengan kecepatan maksimal 384Kbps dalah sama dengan 48KBps (384/8). Kecepatan seperti itu tentu saja apabila terjadi dalam keadaan yang sangat sempurna, tanpa ada gangguan sama sekali. Jadi ketika teman dari Sto mendapat kecepatan 29.6KB/s yang ditunjukkan oleh downloader dari browser, itu sangat lumrah dan bisa dikatakan sudah cukup bagus.
Terimakasih untuk S'to yang telah memberikan pencerahan atas permasalahan ini, satu kebodohan lagi akhirnya berhasil berkurang dari perbendaharaan kebodohan sapimoto.

Monday, October 29, 2007

Mobile Advertising

Pada awal tahun 2000 sampai sekarang, kegiatan touring atau melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor sangat digemari oleh sebagian dari masyarakat Indonesia. Entah itu karena adanya issue yang ditulis oleh tabloid-tabloid otomotif atau karena memang naiknya harga BBM yang menggila atau juga karena adanya kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi berupa kendaraan roda dua, atau memang hanya merupakan sebuah trend sesaat. Dimana-mana bermunculan club maupun komunitas yang beranggotakan jenis atau merk tertentu dari sepeda motor, bahkan tak jarang juga dijumpai club atau komunitas yang beranggotakan jenis atau merk yang sangat beragam.
Pada awalnya, terbentuknya club atau komunitas adalah (biasanya) karena para ridernya berasal dari sebuah background yang sama, mulai dari teman sepermainan, sekolah, kantor, bengkel, tempat nongkrong dan tak menutup kemungkinan adanya club atau komunitas yang sengaja didirikan oleh produsen suatu merk tertentu atau dealer sebagai kepanjangan tangan dari produsen, dan ada juga sebuah club atau komunitas yang lahir dari sebuah teknologi internet. Tujuan dari diberdirikannya sebuah club atau komunitas sangat beragam, misalnya untuk menaikkan pasaran suatu jenis dari merk tertentu, untuk mengumpulkan para hobiis suatu jenis atau merk tertentu untuk lebih mudah mendapatkan akses dalam mencari onderdil atau kebutuhan otomotif yang lain, untuk menyalurkan hobi touring, untuk mengkampanyekan suatu program baik yang berhubungan dengan dunia otomotif maupun tidak, sebagai sebuah sarana promosi, dan mungkin masih sangat banyak tujuan-tujuan lain yang tidak bisa disebutkan karena keterbatasan saya. Biasanya seorang member baru ketika ditanya motivasi apa yang mendorongnya untuk masuk dalam sebuah club atau komunitas adalah untuk menambah saudara atau teman, menambah pengetahuan tentang motor yang ditungganginya serta untuk menambah pengalaman. Pengalaman disini, sepertinya langsung mengarah kepada pengalaman touring, berkemudi secara berkelompok, trouble-trouble yang sering terjadi pada kendaraan serta pemecahannya, berorganisasi serta berkumpul dengan bermacam-macam individu yang mempunyai sifat dan karakter berlainan.
Dalam sebuah organisasi (untuk menggantikan kata club atau komunitas), dibutuhkan sebuah rasa saling percaya yang kuat dari masing-masing personel, terbuka menerima kritik dan saran bersifat membangun yang datang dari dalam maupun luar, mau berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga bisa didapatkan sebuah organisasi yang benar-benar solid, awet dan berkualitas dari segala sisi. Untuk mewujudkannya maka sangat perlu dibentuk suatu kepengurusan yang bertanggungjawab dan bertugas menampung aspirasi anggota, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan organisasi, serta mengambil keputusan yang sebelumnya telah dibicarakan dalam suatu musyawarah dengan seluruh atau beberapa anggota yang telah diberikan kewenangan untuk membantu diputuskannya sebuah masalah.
Mungkin apabila dilakukan pendataan secara menyeluruh, akan banyak sekali club atau komunitas yang telah berdiri pada 7 tahun ke belakang. Tidak sedikit pula yang tidak dapat bertahan lama, entah itu karena masalah internal ataupun eksternal yang memaksanya untuk bubar atau hanya berganti nama. Tak sedikit pula kita dengar atau kita jumpai, munculnya sebuah club atau komunitas yang lahir dari club atau komunitas yang telah berdiri lebih dulu dan memunculkan chapter-chapter baru.
Dengan beragamnya latar belakang pemikiran serta tujuan yang ada dalam suatu keorganisasian, tak jarang sebuah club atau komunitas menjadi terpecah dan membentuk club atau komunitas baru, karena merasa (atau memang demikian adanya) aspirasi beberapa kelompok merasa tidak tertampung pada organisasi sebelumnya. Ada pula yang sangat mengecewakan dari organisasi yang pada awalnya mengusung tema brootherhood, pada akhirnya bubar atau pecah dikarenakan adanya faktor kecurangan pengurus atau bahkan dari para anggota sendiri.
Banyaknya club atau komunitas otomotif khususnya roda dua ini, ternyata juga sangat menarik dilihat dari kacamata produsen sebagai pihak yang membutuhkan sarana promosi yang segar dan baru, baik itu produsen otomotif maupun produsen yang lain. Sebuah sarana promosi yang sangat bagus terbentuk pada club atau komunitas motor, sehingga tak jarang sebuah perusahaan menyisihkan biaya promosi yang biasanya digunakan lewat media cetak atau elektronik, untuk melakukan promosi melalui media iklan yang mobile. Iklan yang menggunakan media mobile seperti ini bisa disebut sangat efektif, karena posisinya yang selalu berpindah-pindah dan dari pihak produsen rasanya juga tidak akan terlalu banyak mengeluarkan dana promosi dibandingkan dengan menggunakan media cetak maupun elektronik, yang boleh dikatakan sangat besar. Dan yang paling membuat murah dari promosi dengan metode ini adalah, dari pihak produsen tidak dapat (belum) dikenakan pajak terhadap iklan-iklan mereka, yang setiap hari terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Karena memang sepertinya belum ada Undang-undang pajak yang mengatur tentang mobile advertising ini.
Walopun telah banyak pihak-pihak yang menggarap lahan ini, tapi masih lebih banyak pihak yang rasanya masih enggan memanfaatkan fasilitas yang murah tetapi efektif ini. Yang sudah terlihat memanfaatkan fasilitas ini, sepertinya masih tetap belum berkembang, dan masih dikuasai kuat oleh beberapa produsen yang memang sepertinya mengalokasikan dana lebih untuk berpromo melalui dunia otomotif. Pertimbangan yang diambil untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut adalah beberapa pertanyaan, misalnya (antara lain) berapa lama club atau komunitas tersebut akan bertahan sehingga program kerjasama promosi bisa berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati, seberapa besar mobilitasnya sehingga promo yang dilakukan bisa menjadi sangat efektif, apa yang akan mereka dapatkan secara lebih dengan melakukan branding kepada club atau komunitas tersebut. Tak lupa mereka juga mempertimbangkan faktor keamanan, seberapa solid, berkualitas serta dapat dipercayanya para anggota maupun pengurusnya, sehingga dana yang sudah mereka keluarkan bisa benar-benar digunakan untuk tujuan, sesuai dengan kesepakatan awal dikucurkannya dana tersebut.
Apabila lahan iklan ini dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya, tentunya oleh pihak-pihak yang berkepentingan, saya rasa akan timbul sebuah simbiosis mutualisme antara pihak produsen maupun dari club atau komunitas yang telah melakukan kerjasama dalam bidang advertising ini. Bagaimana meningkatkan kepercayaan dari sebuah produsen, tentunya juga bukan merupakan persoalan yang gampang serta remeh. Adanya kerjasama dan komitmen bersama antara pengurus serta anggota untuk menjaga kepercayaan apabila memang telah sukses menggaet iklan dari produsen, mutlak sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan yang telah ada, yang kedepannya mungkin akan bisa berguna untuk menggaet produsen yang lain. Sebelum ada perusahaan yang berminat, club atau komunitas harus melakukan perjuangan-perjuangan yang juga tidak enteng, mengiklankan diri sendiri supaya mendapatkan kesan eksis serta solid, menunjukkan integritas terhadap suatu komitmen yang telah disepakati pada awal terbentuk, menunjukkan sifat mobile dari club atau komunitas itu sendiri. Sifat mobile ini, walopun bukan poin pertama yang dilihat oleh pengiklan, tetapi akan tetap menjadi sebuah pertimbangan yang sangat dan harus diperhitungkan. Untuk menunjang kepercayaan pihak pengiklan pada sebuah mobilitas dari suatu club atau komunitas, mutlak diperlukan suatu bukti otentik semisal foto atau video. Maka pengurus juga harus siap dengan ini dan selalu mengarsipkan data-data tersebut, sehingga pada waktunya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.
Perlu juga kita simak, perusahaan atau lebih tepatnya pengiklan, mencetak stiker-stiker dengan gambar serta tulisan yang menarik, yang membuat beberapa penunggang motor menjadi tertarik, dan akhirnya tidak sadar bahwa dia telah menjadi sebuah mobile advertising gratisan. Semoga dunia otomotif kita yang saat ini sangat marak, bukan hanya sebuah trend sesaat dan akan terus berkembang. Bukan pula sebuah organisasi yang murni komersial, tapi tetap bisa bersifat komersil. Bukan hanya untuk mencari popularitas, tetapi benar-benar memiliki kualitas.

Saturday, October 27, 2007

Sapimoto vs Tupai

Ada hubungan apa sebenarnya antara tupai dan sapimoto, apakah mereka bersaudara ataukah ada hubungan asmara diantara keduanya??? Sama sekali tidak, tupai dan sapimoto tidak berhubungan sama sekali, baik melalui telepon, sms, e-mail maupun surat menyurat, bahkan tidak saling kenal antara keduanya. Mereka juga tidak bertetangga ataupun berkantor pada gedung yang sama apalagi dalam sebuah instansi yang sama.
Tupai merupakan binatang pengerat yang biasa hidup dipohon-pohon, yang biasanya mempunyai buah yang sangat disukainya. Pada saat saya kecil dan hidup di daerah yang masih banyak terdapat pohon kelapa, sering terlihat tupai yang berjalan atau berlompatan pada blarak, yaitu batang pohon kelapa. Bahkan tak jarang juga terlihat, mereka mmunculkan kepalanya yang berbentuk hampir seperti tikus pada buah kelapa yang mempunyai lubang yang ternyata adalah tempat mereka bersarang. Klo pada film kartun produksi Disney, tupai-tupai ini sering digambarkan mempunyai kegemaran pada buah kenari dan mempunyai rumah mungil diatas pohon. yang tersusun dari lembaran-lembaran kayu yang sangat rapi dan bagus. Bahkan terkadang digambarkan interior dari ruangan tersebut yang bisa dikatakan mewah, terdapat TV layar lebar beserta sofa empuk, kulkas serta tempat tidur yang lux. Setahu saya, belum pernah ada gambaran dimana mereka mendapatkan lembaran kayu dan paku untuk membuat rumah tersebut, apalagi proses pembangunan rumah tersebut, juga dimana mendapatkan interior yang terdapat dalam rumah kayu tersebut. Mungkin juga memang terdapat perbedaan yang mendasar antara tupai lokal yang gemar dengan kelapa dan tupai bule yang lebih gemar dengan buah kenari, serta bagaimana mereka bersarang, karena sepertinya buah kenari terlalu kecil apabila dijadikan tempat bersarang.
Lha kok malah membahas kehidupan tupai, lupakan, ini sudah mulai ngelantur dan menyimpang dari pokok bahasan yang sebenarnya akan dibahas. Diawal sudah disebutkan bahwa tidak ada hubungan istimewa antara sapimoto dan tupai, lha kok malah mengupas tupai berdasar dari pengamatan sapimoto. Bisa dikatakan sapimoto telah melakukan kebohongan, dengan menyatakan klo tidak ada hubungan istimewa antara keduanya.
Di Indonesia, peribahasa yang berbunyi “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga”, ini sudah sangat sering kita dengar atau kita jumpai. Karena kita memang hidup pada lingkungan yang terkadang atau bahkan mungkin sangat sering menggunakan peribahasa atau kiasan, untuk menunjukkan sesuatu supaya terlihat samar atau memang sengaja digunakan untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang pernah memiliki pujanggga-pujangga besar pada masa lalu, seperti Joyoboyo atau Haryo Ronggo Warsito, yang terkenal dengan tulisan-tulisan yang ditulisnya pada jaman tersebut. Sedangkan Arya Dwipangga atau yang lebih dikenal dengan Pendekar Syair Berdarah, tidak usah kita hitung sebagai pujangga besar, karena sepertinya dia hanya dihidupkan untuk menaikkan rating sandiwara radio yang sangat nge-trend pada tahun 90an, dengan mengambil setting pada era kerajaan Majapahit.
Pada peribahasa tersebut, jelas sekali disebutkan kata pandai untuk tupai, walaupun itu mungkin hanya ditujukan kepada keahliannya dalam melakukan lompatan antara satu pohon ke pohon lainnya. Mungkin boleh saya simpulkan, klo yang sudah pandai melompat aja masih bisa jatuh, bagaimana dengan yang sedang belajar atau sedang dalam proses menuju ahli atau mahir dalam melakukan lompatan. Ataukah bisa dikatakan wajar dan sangat tidak apa-apa, jika seseorang atau sesuatu yang belum mahir atau ahli dalam suatu bidang yang baru saja digelutinya kemudian jatuh atau terperosok ke dalam suatu lubang dalam perjalanannya??? Memang gak apa-apa, tupai apabila terjatuh tidak akan mengalami luka yang serius, paling gak itu menurut yang kita lihat dan tidak ikut merasakan efek jatuh tersebut. Dia akan kembali berlari, memanjat dan melompat lagi, sebuah mental juara yang sangat patut diacungi 2 jempol, klo 4 jempol dengan menambahkan jempol kaki, nanti malah diasumsikan sebagai sebuah hinaan. Dengan keahlian serta mental yang dimilikinya tersebut, saya sangat yakin apabila tupai ini akan bisa menjadi atlit yang bias diandalkan di PON, Sea Games atau bahkan Olimpiade.
Dari gambaran diatas yang bertele-tele dan digambarkan dengan panjang lebar, akhirnya anda harus benar-benar mengakui bahwa sapimoto tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan tupai. Walopun sering memberikan pujian, itu hanyalah sebagai rasa kagum dan penghargaan dari sapimoto yang bodoh terhadap tupai yang pandai. Atau mungkin sapimoto memang harus berhubungan khusus dengan tupai, sehingga bisa mendapatkan kepandaian-kepandaian dari sang tupai untuk sedikitnya mengurangi jerat kebodohan yang sampai sekarang masih terus melilit sapimoto, dan sepertinya enggan untuk melepasnya. Tapi apabila anda nekat untuk menghubung-hubungkan keberadaan sapimoto dengan tupai manapun, silahkan saja, karena ini adalah sebuah Negara demokrasi yang sangat menghargai adanya perbedaan pendapat, paling tidak itu sudah tertulis dan diakui secara nasional.
Apabila kemudian ada yang menanyakan adanya ketidakterkaitan antara judul dengan isi, itu semua terjadi hanyalah karena keterbatasan sapimoto sebagai penulis dengan segala kebodohannya telah mengalami kemelencengan dari yang semula terpikir sebagai kerangka tulisan, kemudian berkembang menjadi tambah tidak karuan, dan isi yang sebenarnya harus tertuang menjadi tidak tertuang sama sekali. Bagaimanapun juga, diatas masih tetap dibahas tentang tupai, yang dapat diartikan bahwa tulisan ini masih berada dalam batas-batas koridor yang ditentukan pada saat tulisan ini belum tertulis.
Bagi yang masih penasaran tentang hubungan sapimoto dengan tupai, silahkan menghubungi langsung pihak-pihak yang ditunjuk oleh tupai sebagai juru bicara, karena disini dari pihak sapimoto sudah menyatakan dengan sejelas-jelasnya bahwa tidak ada hubungan diantara keduanya.

Friday, October 26, 2007

Keamanan Internet-an di Warnet

Tak jarang walopun kita telah berlangganan koneksi internet sendiri dirumah, kita juga menggunakan warnet sebagai media kita berkomunikasi dengan menggunakan jalur internet, misalnya saat sedang keluar kota dan ada keperluan yang mendesak atau sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Pada warnet, sepertinya masalah keamanan pada privacy kita sangat rentan sekali untuk dijebol. Jauhkan pikiran dari yang namanya hacking, cracking, carding atau semacamnya, karena memang saya sendiri juga sama sekali awam dengan hal-hal tersebut, melainkan dari sisi manusianya sendiri baik sebagai user maupun dari pengelola warnet itu sendiri. Mungkin seringkali kita tidak punya pikiran buruk kepada penjaga atau pengelola warnet langganan, tapi apakah kita bisa yakin dan percaya kepada user yang menggunakan komputer yang sama dengan yang barusan kita pake untuk mengakses account (rahasia)??? Memang tidak baik untuk berprasangka, tapi kita tetap wajib untuk waspada apabila menggunakan fasilitas umum namun berbayar seperti ini.
Sekitar 1 bulan ini, saya sering menjumpai user warnet yang meninggalkan account-nya begitu saja pada komputer yang baru digunakannya, dalam artian halaman yang terbuka pada browser masih berada pada "halaman dalam", yang seharusnya untuk masuk diperlukan kata sandi atau password. Ada pula yang menyimpan password beserta kata sandi, yang jelas-jelas sifatnya sangat pribadi, didalam komputer yang ada diwarnet yang harusnya semua orang juga tahu bahwa ini adalah fasilitas umum, yang siapa saja bisa memakainya, asalakan mau membayar atau tidak masuk dalam catatan hitam dari pengelola warnet bersangkutan.
Untuk kasus pertama, saya coba test kecil-kecilan dengan menggunakan metode yang sangat bodoh, kenapa ini bisa terjadi. Ternyata dikarenakan fasilitas billing warnet yang menyediakan fasilitas pengingat waktu, ketika seorang user pada saat awal login, akan ada tanda check yang meminta untuk memasukkan berapa lama dia akan menggunakan fasilitas tersebut. Setelah user tersebut asyik browsing, chating, chek e-mail, ngobrol dengan menggunakan fasilitas messenger atau kegiatan lain yang kemungkinan besar menggunakan akses internet, tiba saatnya waktu dimana user tersebut telah memilih angka menit pada saat login tadi, kadang user tidak menyadari hal ini, komputer akan langsung logout kembali ke halaman login (pada beberapa warnet, beberapa menit sebelumnya ada peringatan), tanpa mematikan browser atau aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan.Apa yang dilakukan user ketika ini terjadi??? Dengan santai menuju kasir, dan membayar sejumlah harga sewa alat serta koneksi yang barusan dia pake ditambah dengan teh botol atau makanan, klo dia juga butuh minum dan makan ketika melakukan kegiatan internet-annya itu tadi. Beberapa saat kemudian ada user lain yang menggunakan komputer tersebut, celakanya lagi dari pihak pengelola warnet tidak melakukan pengecekan terhadap komputer tersebut apakah masih ada aplikasi yang terbuka atau tidak kemudian menutupnya, setelah login maka akan jelas terpampang suatu pemandangan yang bagi sebagain orang sangat menggiurkan. Menggiurkan disini bukan karena para browser yang terbuka sedang membuka adegan buka-bukaan atau syur (walopun kemungkinan terjadinya hal ini juga sangat besar sekali), baru masuk (blom ngapa-ngapain) sudah ada beberapa browser yang terbuka dan salah satu atau dua sedang akses masuk kedalam suatu account. Dengan kondisi seperti ini, saya rasa orang baik pun akan bisa mengeluarkan sesuatu yang jahat dalam pikiran-pikirannya dan yang lebih parah apabila dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan jahil atau iseng, bahkan merusak.
Kasus kedua adalah user warnet yang seneng atau mungkin tidak sengaja, melakukan penyimpanan username beserta passwordnya ke dalam komputer yang ada diwarnet. Tapi alasan dengan ketidaksengajaan, sepertinya tidak dapat diterima. Karena pada saat akan melakukan penyimpanan, browser (biasanya) akan menanyakan apakah akan menyimpan username beserta password tersebut atau tidak. Atau bisa juga user tersebut tidak tahu atau tidak mau tahu dengan pesan yang dikeluarkan oleh browser, dan dengan PeDenya langsung klik "YES". Kasus kedua ini sama sekali tidak bisa menyalahkan pengelola warnet, karena mereka juga tidak ada waktu untuk melakukan pengecekan terhadap komputer mana saja yang menyimpan data-data user, dan kemudian menghapusnya. Pada kasus kali ini, bisa dikatakan murni kesalahan dari user. Adanya data yang tersimpan dalam sebuah browser, maka user berikutnya, yang harus dan wajib saya katakan iseng, dengan mudah mendapatkan username dan password yang tersimpan, user iseng ini tidak butuh account untuk web tertentu, karena memang sifatnya iseng. Pada percobaan kali ini saya menemukan beberapa account pada situs pribadi, jual beli online dan internet banking, yang telah saya coba ternyata valid. Bukannya saya iseng atau bagaimana (mencoba membela diri), klo tidak dicoba kevalidan dari informasi ini, saya kan tidak bisa mengemukakan pendapat untuk kasus kedua ini.
Kasus ketiga adalah kejadian yang dilakukan oleh user dengan sengaja, yaitu memasang aplikasi yang berjalan sebagai service, sehingga user lain yang sedang menggunakan komputer tersebut (diharapkan) tidak menyadari bahwa tingkah lakunya sedang diintai. Dari pengelola warnet, jelas bisa disalahkan dalam kasus ini, padahal sudah banyak beredar aplikasi-aplikasi yang akan menghapus aplikasi-aplikasi yang terinstall ketika sebuah komputer mengalami restart. Atau bisa juga dilakukan proteksi, sehingga user yang akan memasang suatu aplikasi harus ijin kepada administrator atau apa yang sudah dia install di komputer tersebut tidak akan dapat bekerja sesuai dengan apa yang dia harapkan. Walopun mungkin, saya juga tidak begitu mengetahuinya, ada saja orang-orang yang dengan sengaja bisa menjebol proteksi-proteksi yang telah diupayakan oleh pengelola warnet. Karena saya pernah baca di salah satu buku, bahwa tidak ada keamanan yang benar-benar aman di dunia komputer dan internet.
Karena kasus yang terjadi sangat beragam, mungkin (klo tidak boleh dikatakn pasti) masih banyak kasus-kasus yang terjadi, yang saya sebagai orang bodoh belum bisa menemukan atau malah tidak bisa menemukannya. Menurut saya yang bodoh ini, bisa diminimalisir dari sisi user, yaitu selalu melakukan pengecekan terhadap billing timer, sehingga ketika sudah tiba waktunya, tidak dengan semena-mena meninggalkan komputer yang baru digunakannya. Atau apabila sudah terlanjur dilempar keluar ke halaman login dan tidak mau membayar lebih untuk menutup aplikasi yang sedang jalan, bisa minta bantuan kepada pengelola warnet yang bersangkutan. Untuk user yang biasa menyimpan account kedalam browser, setelah selesai menggunakan fasilitas umum tapi berbayar ini, hendaknya luangkan sedikit waktu untuk menghapus data-data tersebut. Sedikit waktu yang anda luangkan, akan sangat berharga untuk anda. Klo untuk kasus yang ketiga, saya sendiri juga tidak bisa memberikan solusi, mungkin bisa anda tanyakan kepada orang-orang pintar dalam masalah keamanan internet.

Klo untuk Hot-Spot yang selalu mendapat peringatan dari komputer bahwa ini adalah merupakan sebuah koneksi yang tidak aman, saya masih belum tahu bagaimana detil prosesnya. Apakah sama juga dengan proxy, yang bisa mengontrol apa yang sedang dilakukan user dari sebuah server atau bagaimana, mungkin nanti setelah ada referensi yang memadai saya akan buat tulisan sendiri secara khusus.

Wednesday, October 24, 2007

Telkom Slowy

Setelah posting minggu lalu, menceritakan keanehan Speedy yang melambat dikisaran jam 22:00, lha kok setelah menjelajah beberapa blog, ada komenter yang merubah nama Speedy menjadi Slowy atau Slowdy, saya tidak begitu ingat, karena koneksinya yang sangat lemah. Klo netter yang tinggal dikota besar begitu mendapati kelemahan suatu produk, tinggal pilih penyedia layanan koneksi internet lain. Lha klo hidup dikota kecil macam ini, dimana memang adanya cuma Speedy (yang saya tahu), mo pilih yang mana lagi???
Dari hasil perbincangan dengan beberapa penjaga warnet, warnet tempat mereka menggunakan Speedy Paket Unlimited Office bukan Unlimited Warnet. Apa perbedaan dari Paket Office dan Paket Warnet??? Dari harganya aja udah selisih 1 juta IDR, klo kata orang Jawa "ono rego-ono rupo", yang kurang lebih bisa diartikan harga menentukan kualitas. Paket Unlimited yang disediakan untuk warnet dihargai 1750ribu IDR, sedangkan untuk Unlimited Office dihargai 750ribu IDR.
Dari hasil perbincangan dengan orang pemasaran Speedy, baru saya tau klo tetap ada perbedaan antara kedua paket tersebut, apabila kondisi traffic sedang lucu-lucunya berebutan untuk keluar masuk, maka pemakai Paket Unlimited Office harus lebih bersabar untuk menunggu loading page yang sedang diaksesnya. Sedangkan pemakai Paket Unlimited Warnet lebih bisa bernapas agak lega, karena (mungkin) turunnya speed of connectivity tidak terlalu besar. Begitu juga ketika ada maintenance pada server atau jaringan, pemakai Paket Office juga menjadi nomor 2.
Dari perbincangan dengan beberapa teman yang sedang merencanakan pemasangan jaringan internet secara bersama-sama, maka mereka juga lebih memilih Paket Unlimited Office. Selain harga yang lebih terjangkau, mereka juga beralasan bahwa maintenance yang dilakukan tidak terlalu sering, jadi resiko koneksi melemah tidak terlalu tinggi.
Klo saya seorang pengusaha warnet di kota kecil semacam Madiun dan sekitarnya, saya juga akan pilih Paket Unlimited Office, tanpa memperhitungkan kualitas koneksi yang saya dapatkan untuk para user warnet saya. Lha wong selisih harganya begitu jauh, klo buat beli dawet bisa buat ngisi kolam renang atau bisa dijadikan sebagai biaya promosi untuk menarik user dengan memberikan teh botol manis dingin serta harga/jam yang murah. Mungkin muncul pemikiran, dengan tidak mempertimbangkan kualitas koneksi, padahal dalam bisnis warnet adalah bisnis jualan koneksi dan sewa komputer (definisi alakadarnya), maka akan banyak user yang akan beralih ke warnet lain. Mungkin klo di kota besar, hal tersebut bisa saja terjadi dan mungkin akan sangat besar kemungkinannya untuk terjadi. Madiun lain, dengan menyediakan tempat yang nyaman (seadanya), sekat-sekat atau klo perlu dibuatkan bilik-bilik kecil berpintu (dengan alasan privacy), teh botol manis dingin gratis, harga/jam dibuat 1500-2000 IDR, saya rasa masih mempunyai berpeluang besar untuk merebut pasar yang ada.
Dan yang bikin saya heran dan kecewa kepada PT. Telkom adalah tidak adanya kebijaksanaan bahwa untuk warnet maka harus beli Paket Warnet, lha kok malah diperbolehkan beli yang Paket Office, walopun memang (kadang) beberapa warnet memang menjadi "kantor" bagi beberapa orang. Tapi klo saya jadi pengusaha Warnet, saya akan tetap berusaha bagaimana caranya bisa mendapatkan Paket Office tetapi saya gunakan sebagai warnet.

Saya bukan pengusaha warnet, gak ada modal untuk itu. Entry diatas hanya "klo" saya jadi pengusaha warnet.

01017 Angka Bertuah Flexy

Pernah denger tentang tarif Telkom Flexy yang Rp 49,-/menit??? Klo ini rasanya udah banyak yang tahu, karena memang selalu mengembel-embelkan tulisan tersebut pada tiap iklannya. Bagaimana ketentuan berlakunya tarif tersebut??? Klo ini rasanya tidak semua orang bisa menjawab, bahkan untuk pemakai Flexy sekalipun (contohnya saya yang bodoh dalam segala hal, salah satunya Telekomunikasi Selular). Trus apa hubungannya angka 01017 dengan Telkom Flexy???
Sebelum lebaran sempat ngobrol dengan salah satu kerabat yang memang bekerja di PT. Telkom, Tbk. yang memberitahukan tentang penggunaan angka 01017, yang pada saat itu sempat saya catat pada notes yang ada di hape. Dari obrolan tersebut, saya belum bisa menangkap dengan jelas apa fungsi sebenernya dari angka tersebut. Susah memang ngomong dengan saya, yang susah belajar dengan hanya berdasar pada teori tanpa praktek. Akhirnya notes hanyalah notes, tanpa ada kegunaan berarti bagi saya, yang saat ini juga menggunakan Flexy sebagai alternatif CDMA selain Fren (nomor utama).
Tadi malam cek pulsa dulu sebelum melakukan panggilan dengan menggunakan *99# (Aktif, pulsa anda Rp:1950, 26-Oct-2007) , sambil menikmati teh tarik yang selalu disruput dengan nikmatnya oleh Indy. Panggilan yang saya lakukan adalah ke sesama Flexy, harusnya dengan hitung-hitungan Rp 49,-/menit, maka pulsa sebesar Rp 1950,- bisa digunakan untuk panggilan selama kurang lebih 39 menit. Belum ada 1 menit, ada bunyi peringatan, yang waktu itu saya pikir adalah bunyi nada sela atau putusnya koneksi panggilan, saya lihat ternyata panggilan masih tersambung. Tidak lama kemudian, benar-benar terjadi putus koneksi panggilan. Sempat bengong sebentar, padahal pembicaraan belum selesai. Mencoba menghubungi ulang, mendapat peringatan bahwa pulsa tidak mencukupi untuk melakukan panggilan. Cek ulang pulsa, tersisa Rp 130,- Pada saat itu benar-benar merasa terbohongi dengan bahasa iklan, telah memakan mentah-mentah suatu iklan produk, tanpa pernah untuk melakukan pengecekan atau konsultasi kepada pihak-pihak yang berkompeten.
Dengan menggunakan GSM, berkirim SMS bahwa pulsa Flexy telah tandas. Akhirnya dihubungi balik ke Flexy juga menggunakan Flexy, sempat curhat tentang tarif siluman tersebut dan beliau cuma tertawa kecil sambil nanya, tadi melakukan panggilan menggunakan angka 01017 atau gak??? Saya jawab gak, karena pada saat sebelumnya ketika saya buka notes, saya juga gak paham dengan angka 01017 yang saya simpan. Akhirnya beliau menceritakan pada saya, tarif Rp 49/menit berlaku hanya untuk pangilan lokal ke sesama Flexy, dalam satu area yang menggunakan kode area yang sama, sedangkan PSTN alias telepon rumah tidak masuk dalam ketentuan "murah" tersebut. Untuk satu wilayah yang saya juga tidak begitu mengerti istilahnya, mungkin Divre, maka apabila menginginkan tarif murah tersebut atau ingin dianggap sebagai panggilan lokal, maka kita harus menambahkan angka 01017 sebelum kode area dan nomor tujuan. Misalnya 010170351784SAPI.
Saya sempat protes dan berpikiran ini adalah kode spesial untuk orang Telkom, tapi menurut beliau itu tidak benar, karena sudah sering diiklankan dan merupakan cara yang legal.
Lha aku kok gak pernah liat iklan ini??? Salah sendiri, siapa suruh gak liat iklan!!! Liatnya cuman iklan yang mendapat imbalan belum pasti (mudah-mudahan pasti).
Jadi klo ada yang mau dihubungi dalam satu wilayah yang nomornya ganti gara-gara metode combo alias Flexy yang sangat tidak flexyble, maka sebelumnya kita harus tahu nomor baru yang mereka dapatkan di kota lain, untuk bisa melakukan panggilan murah meriah walopun gak sampe muntah.
Akhirnya dari seluruh kebodohan yang selalu saya simpan, sudah terlepas satu. Semoga besok-besok, makin banyak kebodohan yang bisa saya lepas. Mohon maaf klo angka 01017 ini sebenernya sudah sangat populer, atau mungkin untuk beberapa orang sudah bukan merupakan angka bertuah, tapi ini memang sesuatu yang baru bagi saya.

Tuesday, October 23, 2007

Finally, I did it!!!

Setelah menunggu sekian lama (prasaan udah lama banget, padahal belum ada sebulan), akhirnya bisa masuk ke dalam search engine Paman Google. Mungkin bagi orang lain, hal seperti ini adalah hal yang sangat biasa, tapi entah kenapa bagiku merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, walopun belum tahu dimana letak keluarbiasaannya (dasar orang aneh!!!)
Dan ternyata dengan menggunakan keyword sapimoto yang selalu diterjemahkan oleh mesin pencari Google maupun Yahoo! sebagai "sakimoto", yang dulunya sama sekali tidak pernah ketemu, sekarang di Google sudah bisa ketemu secara menyeluruh sebagai suatu blog, sedangkan di Yahoo! hanya teridentifikasi sebagai komentar di Padepokan Budi Raharjo. Karena itu, saya sangat wajib untuk mengucapkan terimakasih kepada Padepokan Budi Raharjo, yang telah berhasil memancing para mesin pencari tersebut, untuk memasukkan keyword sapimoto dalam index mereka. Mohon ma'af klo tidak berkenan dengan kata memancing, karena saya sudah tidak bisa menemukan istilah yang lain.
Jadi bingung mo nulis apa lagi, lha wong memang gak tau klo sudah masuk index trus mo apa lagi, setelah segala cara dilakukan untuk bisa diindex oleh mesin pencari. Pertama dengan memasukkan URL ke Daftar Antrian Mesin Pencari Google, kemudian memasang stats kunjungan yang saya dapatkan dari mywebstat, kemudian kemaren pada saat searching tentang search engine, mencoba untuk berkomentar di beberapa blog yang salah satunya adalah Padepokan Budi Raharjo, kemudian hari ini mencoba untuk mengirimkan blog ini melalui feeds yang tersedia pada blogspot.
Sore ini mencoba lagi melakukan search dan berhassssiiiiilllll......

I did it.... I did it....

Monday, October 22, 2007

Request Payout

Hari ini, 22 Oktober 2007 pukul 11:30 WIB, telah dilakukan permintaan pembayaran kepada tata-cash.com sebesar $588, yang merupakan batas minimal request payout untuk free member. Walopun pagi ini sempat ada issu, klo batas pencairan minimal untuk free member naik menjadi $888, ternyata issu tersebut belum trbukti kebenarannya dan semoga saja tidak terjadi. Karena untuk dapet $588 aja udah berat banget...

Semoga, Paypal segera terisi dan segera bisa digunakan untuk yang lain....

Aku tunggu janjimu, tata-cash.com...
Semoga kamu bukan scam...

Friday, October 19, 2007

Sapimoto Sharing Earn Online

Untuk semua member tata-cash yang masuk dalam jajaran Downline Level 1 (dibawah username maverick), harap untuk berkomentar pada entry ini dengan mengisikan username pada tata-cash serta account pada Paypal. Pada akhir bulan ini, klo tidak ada halangan maka batas pencairan minimal untuk free member, sebesar $588 akan terlewati. Dan sapimoto memutuskan untuk melakukan withdrawal melalui Paypal. Kegunaan dari pendataan ini adalah untuk sedikit sharing, dari sedikit yang didapatkan dari tata-cash, masing-masing (hanya) untuk Downline Level 1 sebesar $15.
Semoga saja, tata-cash ini bukan merupakan salah satu web earning online berkategori scam, yang dari beberapa list scam yang sapimoto baca, belum pernah ada nama tata-cash pada list atau suspect yang tercantum pada web mereka.
Sekali lagi sapimoto mengucapkan terimakasih atas partisipasinya untuk bersedia mencantumkan username maverick pada saat register, dan juga telah meluangkan material maupun spiritual untuk berjuang memperoleh penghasilan dari internet melalui clicking iklan di tata-cash.
Terimakasih juga sapimoto ucapkan untuk semua Downline Level 2 dan 3 (pada saat ini Level 4-6 belum terisi), tak lupa juga sapimoto haturkan permohonan ma'af karena tidak bisa sharing sedikit penghasilan dari tata-cash dengan kalian. Mungkin pada kesempatan selanjutnya, Upline anda juga akan membuat program seperti ini, yang mungkin saja dengan sharing yang lebih besar.
Untuk program-program yang lain, rasanya masih jauh untuk bisa menembus batas pencairan minimal. Sebenarnya batas minimal untuk pencairan tidaklah besar, hanya berkisar antara $5 - $10. Tetapi semua terkendala pada ada dan tidaknya iklan yang muncul, malah terkadang iklan udah muncul tetapi karena sedang konsen dengan salah satu web earning online yang lain, iklan tersebut hanya lewat tanpa sempat terklik.

Setelah saya posting entry ini, tak lupa juga saya kirim Private Message kepada seluruh Downline Level 1 melalui tata-cash. Semoga tata-cash bisa menjadi salah satu tempat untuk kita mengumpulkan penghasilan tambahan atau hanya untuk sekedar beriklan web yang telah bangun sehingga bisa menambah traffic yang masuk, yang pada akhirnya juga akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan bagi kita.

Sapimoto akan menginformasikan secepatnya, apakah pencairan yang diminta tersebut berhasil cair atau tidak. Klo tidak bisa cair dan terbukti hanya scam, maka janganlah berharap untuk menerima $15 secara cuma-cuma pada account Paypal anda.

Downline Level 1 yang terdaftar saat ini adalah :
1. andrini
2. jema
3. mierz
4. anomaster
5. infinitie
6. alifurrahman1
7. rylluc
8. vheecry
9. caldeon
(disusun berdasarkan tanggal register)

Selain Downline Level 1 tersebut diatas, untuk saat ini belum bisa ikut serta pada program Sapimoto Sharing Earn Online ini.

Sapimoto sangat berterimakasih apabila ada pihak-pihak yang bersedia berkomentar, berkaitan dengan keberadaan tata-cash ini, tentunya secara dewasa dan bertanggungjawab.

Thursday, October 18, 2007

Speed of Speedy

Menghabiskan sisa liburan lebaran di Kediri, setelah acara kumpul-kumpul dengan dengan beberapa teman dari berbagai kota yang sedianya akan diadakan di Madiun pada hari ini gagal, dikarenakan celana dari sang penggagas acara hilang (nyuwun ngapunten kagem Kang Suwung). Tiga hari ini begadang di warnet, daripada bengong dirumah, sambil sedikit-sedikit membenahi blog ini, tak lupa juga sambil mencoba peruntungan dari beberapa program PTC.
Malam pertama, main internet di warnet Bima, menggunakan OS Linux dengan Speedy sebagai motornya, ketika menginjak sekitar pukul 22:00, koneksi melemah, beberapa kali refresh. Hari kedua tetap di warnet Bima, dan kendala lemahnya koneksi tetap saja terjadi diatas pukul 22:00. Hari ketiga atau tepatnya hari ini, udah nyiapin laptop untuk hotspotan di alun-alun Kediri, yang menurut salah seorang warga Kediri, tidak tepat klo disebut alun-alun dan lebih pantas untuk hanya menyandang sebutan taman kota. Karena belum ada kepastian, ada atau tidaknya hotspot Speedy, maka laptop gak jadi dibawa. Setelah muter-muter, akhirnya nyobain warnet rasa baru, internetan di warnet Zipnet sebelah timur warnet Bima, menggunakan OS Windows XP Home Edition. Ternyata sama saja, diatas pukul 22:00, koneksi juga mulai melemah. Akhirnya memutuskan untuk cabut, dan pindah ke seberang jalan, di induknya Speedy, warnet Telkom yang menggunakan OSWindows XP Profesional. Buka pertama lumayan cepet, kemudian beberapa saat melemah. Setelah beberapa saat agak idle nih koneksi, tiba-tiba melesat lagi sampai sekarang. Gak tau juga, saat ini gimana koneksi warnet yang menggunakan Speedy, yang pasti 2 hari kemaren di Bima, koneksinya sangat lambat. Waktu di Zipnet, sempat Googling, untuk memastikan adanya hotspot di "taman kota" Kediri, akhirnya menemukan beberapa obrolan dari warga Kediri, bahwa memang telah ada hotspot di tempat tersebut. Besok mo nyobain, kira-kira cepetan mana klo dibanding dengan Madiun, yang ditempat biasa aku main internet cuman dapet signal 2 bar. Harusnya di taman kota Kediri, bisa mendapatkan lebih dari 2 bar, dengan melihat jarak dari akses point.
Mudah-mudahan saja, ini bukan permainan dari PT. Telkom yang memberikan bandwidht lebih pada rumahnya sendiri, dan mengurangi sedikit untuk para tetangga.
Saya yang kurang waspada atau memang kurang penjelajahan, saya perhatikan warnet di Kediri jumlahnya sangat minim, jauh klo dibandingkan dengan Madiun, yang untuk skala kota sebenernya boleh dibilang sama. Jadinya 3 hari ini cuman internetan di satu jalan aja....

Friday, October 12, 2007

Madiun Speedy Hotspot

Terimakasih diucapkan kepada PT. Telkom Indonesia, Tbk yang telah memberikan akses internet gratis untuk kota Madiun.
Hotspot milik PT. Telkom Indonesia, Tbk ini berbasis pada Speedy, yang juga merupakan salah satu produk unggulannya, dipasang di Kantor Kabupaten atau disebelah utara alun-alun Madiun. Dan menurut informasi, dibatas paling selatan alun-alun bisa dapet signal sebanyak 2 bar. Tapi pada saat kemaren mencoba di area dalam alun-alun, sebelah pojok timur-selatan, hanya mendapat 1 bar.
Bagaimanapun juga, saya sebagai salah seorang warga Madiun patut untuk mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas tersedianya layanan gratis ini. Walopun sekarang belum banyak yang memanfaatkan fasilitas ini (menurut pengamatan saya), entah itu karena kurangnya informasi atas ketersediaan fasilitas ini atau terkendala pada gadget atau mungkin juga terkendala pada SDM, mudah-mudahan ke depannya masyarakat Madiun bisa memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya.


Salut untuk PT. Telkom, Tbk dengan slogan Commited 2 U






-mohon ma'af jika ada kesalahan penulisan nama ataupun gelar-

Iklan lagi.... Iklan Lagi....

Iklan, pertama yang terlintas dalam benak kita adalah sesuatu yang menyebalkan, mengganggu kenikmatan atau kefokusan kita pada suatu jalan cerita sebuah film/cerita atau berita/topik yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan baik itu di televisi maupun di radio. Walaupun ada juga beberapa orang yang memang menunggu beberapa iklan favorit mereka untuk muncul, misalnya untuk membuat anak-anak lebih lahap makan atau malah iklan-iklan yang serem sehingga anak-anak ketakutan dan segera tidur. Pernahkah kita terbayang seberapa besar budget sebuah perusahaan untuk memperkenalkan produk melalui sebuah iklan? Bagi saya yang kenal dengan orang radio, pernah dapet cerita untuk iklan radio dengan durasi 30-60detik harga berkisar antara 500ribu-1juta rupiah. Itu hanya sebuah iklan audio, dengan durasi yang tidak terlalu panjang, disiarkan melalui sebuah stasiun radio lokal dengan jangkauan yang sangat terbatas. Bisakah anda bayangkan harga untuk sebuah iklan audio visual dengan durasi yang sama, di sebuah Televisi Swasta yang mempunyai stasiun pemancar hampir di seluruh Indonesia??? Yang jadi pertanyaan, untuk apa produsen mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk iklan, padahal tidak setiap orang yang menonton iklan akan membeli produk yang diiklankan tersebut??? Tak seorang pun yang akan bisa memberikan jawaban pasti, paling gak itu menurut saya pribadi. Klo ada yang bisa menjawab besaran prosentasenya, yo monggo.... (salah gak kena penalty, benar juga gak dapet hadiah)
Seperti juga di radio atau televisi, di internet pun berjuta-juta iklan terus-terusan dimunculkan. Bahkan beberapa perusahaan besar sengaja merekrut para pengguna internet, untuk ikut beraffiliasi dengan program-program mereka yang pada prinsipnya tidak jauh dari promosi marketing. Banyak orang telah kenal dengan Google-Adsense atau lebih dikenal dengan GA pada forum adsense-id, memberikan penghasilan yang tidak kecil, kepada orang-orang yang mampu untuk menjadi kepanjangan tangan dari GA untuk mengiklankan produk-produk yang diiklankan oleh bermacam-macam perusahaan melalui Google, sang mesin pencari terbesar di dunia internet. Selain adsense, diinternet juga dikenal adanya media iklan yang disebut Paid To Click, Paid To Review, Paid To Signup, ataupun Paid-paid yang lain.

Teori saya sendiri mengenai bisnis paid-paid-an, mungkin seperti ini :
Paid To SignUp, perusahaan advertisement (misal, PT. A) berusaha mencari member sebanyak-banyaknya, sehingga bisa menarik perusahaan-perusahaan yang menjual barang/jasa (misal, PT. B) untuk melakukan pemasaran produk melalui web perusahaan pengiklan. PT. B yang akan mengiklankan produknya berupa barang/jasa, pastilah akan melihat seberapa banyak member yang ada pada PT. A, yang diharapkan dari sekian banyak member tersebut ada yang bisa menjadi komsumen dari PT. B. Untuk memenuhi target member dari perusahaan yang akan beriklan, maka PT. A membuka perndaftaran gratis di webnya, malahan ada bonus misalnya $8 saat sign up. Bisa dibilang, ini adalah teori terbentuknya Paid To Sign Up (versi maverick), klo memang salah atau tidak sesuai, anggap aja lagi mabok...
Kemudian Teori Paid To Click, pada saat PT. B merasa bahwa target konsumen mereka telah ada di PT. A, maka dibuatlah kontrak kerjasama bahwa iklan PT. B akan ditayangkan sebanyak 1.000 click dengan durasi 80 detik/iklan. Misalnya untuk satu kali pemunculan selama 80detik tersebut, PT. A meminta biaya sebesar $1 maka PT. B harus membayar sebesar $1.000. Kemudian PT. A memberikan iklan-iklan tersebut kepada membernya yang sekarang berjumlah (misalnya) 1.250 untuk diklik. Dengan kompensasi setiap klik dengan durasi 80detik, maka 1.000 dari 1.250 member yang berhasil clicking pada iklan tersebut mendapat kompensasi sebesar $0.48, dalam hal ini setiap member hanya berhak untuk satu klik. Dari iklan PT. B, maka PT. A mendapat keuntungan sebesar $520 dengan perhitungan seperti ini $1.000 - $480 (Nilai $480 didapatkan dari $0.48/80detik/click untuk 1.000 member yang telah melakukan click pada iklan tersebut). Mudah-mudahan teori Paid To Click (versi maverick), ini lebih bisa dimengerti oleh para pembaca dan benar juga secara bahasa.
Klo masalah Paid To Review lebih simple lagi, mana ada orang yang mau me-review suatu produk berupa barang/jasa secara cuma-cuma alias gratisan. Jelas tho??? Klo ini semua orang juga tau...

Jadi boleh dibilang PTS adalah induk dari kegiatan ini, lalu kegiatan pokoknya adalah PTC, sedangkan PTR adalah usaha pengembangan dari PTC untuk menambah penghasilan perusahaan.

Pertama dulu dikenalkan oleh Ayume dengan clixsense.com dan setelah beberapa kali dipameri cerita suksesnya, maka tertarik untuk register dan sukses menjadi refferalnya. Kemudian dari clixsense.com nemuin titanclicks.com kemudian tata-cash.com. Dari tata-cash.com serta titanclicks.com akhirnya berkembang untuk menjelajah Paid To Click maupun Paid To Review juga Paid To Signup lain. Sampe juga pernah register di wellpaidemails.com yang boleh saya bilang sangat curang dalam melakukan permainan ini. Ada yang namanya lomba click, pi gak ada kompensasi $ yang diberikan. Waktu itu untuk isi waktu luang, sambil nunggu iklan di tata-cash selesai, masih okelah. Lama-lama bosen juga, apalagi gak pernah juara, pagi ini udah diposisi 5, besok pagi di posisi 11, dan anehny setelah posisi pernah naik ke 5 besar, besoknya selalu balik diposisi 11, bukan posisi yang lain...

Lama berkelana (bohong), akhirnya register dibeberapa situs PTC gratisan. Klo ada yang tertarik, silahkan aja gabung sebagai refferalku, nih link-nya :














































Tips hemat (maverick's version) :
1. Manfaatkan resources yang ada, misalnya jaringan internet kantor yang walopun agak lemot tapi masih cukup kuat untuk membuka web-web yang ada diatas, lebih sering main ke tempat temen/sodara yang langganan internet, sering-sering main ke tempat yang memiliki hot spot gratisan. Klo udah berhasil dan sukses, tapi tetep pake cara ini, sungguh sangat memalukan...
2. Apabila anda menggunakan warnet, selama menunggu waktu selesainya iklan, carilah kegiatan yang bermanfaat. Misalnya register di web pengiklan sejenis, sehingga iklan yang diklik bisa bergantian, tanpa ada waktu yang terbuang hanya dengan bengong. Tidak dianjurkan membuka situs film baik porno atau non porno, karena akan mengganggu proses clicking. Bisa-bisa iklan yang udah nongol dan tinggal klik, keburu diklik member lain.
3. Jangan membayar apapun untuk sesuatu yang belum jelas hasilnya, kecuali situs tersebut sudah pasti akan membayar apa yang telah anda peroleh. Jangan terkecoh iming-iming yang ditawarkan apabila upgrade status member, yang tentunya berbayar.
4. Sabar, kumpulkan sedikit demi sedikit. Bahkan yang susah untuk dikumpulkan, belum tentu akan menjadi cash money.
5. Jangan sekalipun mencoba untuk bermain curang, karena yang main jujur juga belum tentu dapat bayaran alias cash money.
6. Selalu baca Term of Use atau Term of Service serta User Agreement. Jika ada yang tidak jelas pada aturan-aturan tersebut, silahkan langsung ditanyakan kepada pengelola situs yang bersangkutan.





Perhatian :
Saya tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang terjadi, akibat dari keikutsertaan Anda pada program-program yang ada diatas. Karena saya sendiri juga belum mendapatkan apapun dari program-program tersebut, masih menunggu batas pencairan minimal untuk free member.

Friday, August 31, 2007

Hornet+GMT+M2C


Hari ini M2C Madiun kedatangan tamu dari Jakarta, yaitu Bro Adi dari Hornet dan Bro Inot dari GMT. Dari M2C yang bisa hadir yaitu, Rizal, Jema, Beni dan saya sendiri tentunya. Dalam foto tersebut tampak Bro Adi (berdiri), Bro Inot, Jema (pose endel), Rizal (membelakangi kamera), sementara Beni dan tukang foto tidak tampak dalam foto tersebut. Selesai makan (bagi yang makan) dan minum, serta ngobrol dengan gayeng, mereka berdua pamit untuk meneruskan perjalanan ke Jogja dengan agenda mampir dulu di Solo, setelah sebelumnya berusaha mengajak saya untuk turut serta dalam perjalanan mereka. Saya dan Beni hanya bisa mengantar sampai pintu gerbang barat kota Madiun. Selamat jalan Bro, semoga selamat dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan, mohon ma'af cuma bisa nganter sampe pintu gerbang barat.