Tuesday, January 22, 2008

Bank Central Asia

Apabila ada pertanyaan yang terlontar, bank apa yang paling lengkap fasilitasnya dengan jaringan ATM yang sangat luas, saya bisa mengira-ngira bahwa jawaban yang akan muncul adalah BCA. Dihampir semua tempat, kita bisa menemukan ATM dari bank tersebut. Selain ATM, BCA juga menyediakan CDM atau saya biasa menyebutnya dengan mesin pemakan uang. Dengan keberadaan CDM, maka saya yang tidak memiliki banyak uang untuk ditabung, sangat terbantu sekali karena tidak perlu masuk antrian yang bisa dipastikan sangat panjang untuk setiap harinya. Perlu diketahui juga bahwa untuk memberi makan mesin tersebut, ada ketentuan dan syarat tertentu, satu kartu hanya bisa digunakan untuk memasukkan uang sebesar 5 juta rupiah per-hari, selain syarat lain terhadap uang yang dimasukkan, diantaranya adalah tidak dikaret, tidak distaples, tidak lusuh, tidak terlipat, dan lain-lain yang saya tidak dapat mengingat detilnya satu persatu. Internet banking serta mobile banking juga merupakan produk dari BCA yang sangat bagus, walaupun pada awal kemunculan Internet Banking ada rumour bahwa keamanan yang tersedia pada fasilitas tersebut kurang, sehingga beberapa nasabah berhasil dikuras rekeningnya oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sekali lagi saya tulils, bahwa itu adalah sebuah rumour yang saya dengar dari cerita beberapa orang, tanpa saya tahu sendiri ada media yang mempublikasikan masalah tersebut.
Dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki BCA, saya rasa sangat pantas ketika mereka mengenakan biaya sekitar 9 ribu per-bulan untuk setiap rekening. Yang sangat menggelikan adalah adanya bank lain yang mengenakan biaya perbulan sama dengan yang dikenakan BCA, padahal fasilitas yang mereka miliki sangat minim sekali. Kalau ada orang yang beranggapan bahwa membuka rekening di BCA adalah buang-buang uang untuk membayar biaya administrasi tiap bulan, silahkan bandingkan dengan bank lain. Saya rasa hampir setiap bank, mengenakan biaya administrasi dikisaran harga tersebut, antara 7 - 10 ribu.
Setelah sedikit mengulas tentang keunggulan BCA, kini tiba saatnya saya mengupas tentang kurang bagusnya pelayanan yang diberikan kepada nasabah. Karena kalau disini saya hanya memaparkan keunggulan yang dimiliki, orang akan berpikir bahwa saya adalah antek-antek BCA yang dengan sengaja menyebarkan tulisan ini untuk mendongkrak nama BCA. Perlu diketahui, saya hanyalah nasabah biasa, dengan jumlah rekening yang tidak terlalu banyak, tetapi sangat senang dengan semua fasilitas yang diberikan oleh BCA.
Semua pasti tahu, untuk setor uang di BCA, maka para nasabah terlihat berdiri sampai berkelok-kelok mengikuti jalur antrian yang telah disediakan. Para nasabah setia tersebut harus rela untuk berdiri, kadang ada juga yang duduk setelah kelelahan berdiri, sambil memegangi kantong plastik atau tas yang saya yakin berisi uang yang sangat banyak, ketika mereka ingin menyetor lewat teller. Bahkan dikota agak besar, dimana saya tinggal saat ini, untuk memasukkan uang lewat CDM juga harus antri walaupun tidak terlalu lama, antara 15 - 30 menit. Padahal ketika saya masih berada di kota terdahulu, sebuah kota kecil yang sangat menyenangkan, CDM tersebut boleh dibilangs angat sedikit yang memanfaatkannya.
Ketika bank lain sudah menyediakan sistem antrian yang cukup baik, hanya dengan mengambil kartu antrian, para nasabah tinggal duduk manis dikursi yang empuk sambil menunggu nomor antriannya dipanggil, BCA justru belum memanfaatkan fasilitas tersebut dan masih berkutat dengan antrian konvensional yang bikin capek kaki para nasabahnya. Kalau boleh saya menilai, sangat tidak ada penghargaan untuk para nasabah yang sudah dengan sukarela memasukkan uang mereka pada BCA. Apakah harga yang terlalu mahal untuk membeli mesin antrian tersebut atau ada pertimbangan lain yang sedang dipikirkan BCA dengan tetap mengandalkan sistem antrian konvensionalnya??? Kalau untuk masalah biaya, saya rasa BCA tidak mungkin keberatan dengan harga yang ditawarkan atas mesin antrian tersebut. Bagaimana kalau kita berasumsi bahwa BCA dengan sistem antrian konvensional tersebut, sedang melatih para nasabahnya untuk sesuatu, misalnya penguatan otot paha dan/atau betis??? Pasti akan banyak yang berkata bahwa itu hanyalah akal-akalan. Untungnya statement tersebut bukan keluar dari BCA, tetapi dari sapimoto yang bodoh ini. Dan sebagai seorang penulis blog yang sangat tidak produktif, saya rasa sah saja untuk membuat opini pribadi atas suatu masalah dengan tetap berprinsip pada azas tidak merugikan pihak lain. Selain harus berdiri berjam-jam untuk memasukkan uang lewat petugas teller, di BCA juga tidak begitu banyak kursi yang disediakan. Tidak usah terlalu banyak bertanya, untuk apa disediakan kursi banyak jika sistem antri konvensional masih diterapkan. Orang yang telah lama berdiri, butuh tempat duduk yang nyaman untuk melemaskan kaki setelah berjam-jam harus mengikuti jalur antrian yang sangat panjang. Atau mungkin akan muncul sebuah statement unik yang lain, bank adalah tempat menyimpan uang dan bukan tempat untuk duduk-duduk bersantai. Jika benar muncul statement seperti itu, maka tentu akan muncul statement penyanggah yang akan menanyakan, apakah bank adalah tempat antrian??? Yang mengeluarkan statement awal, kemudian akan meyanggah dengan mengatakan bahwa, kalau tidak ada antrian maka suasana di dalam bank akan sangat kacau sehingga suasana bank yang harusnya aman dan tenang, bisa jadi menjadi tidak terkendali. Kemudian muncul suara dari langit, antri kan tidak harus dengan berdiri berjam-jam yang bikin kaki kaku, jaman kayak gini kok antri aja masih harus repot. Tidak perlu berpikir macam-macam, karena dialog yang terjadi tersebut hanyalah rekaan dari sapimoto.
Tidak ada maksud untuk menyerang BCA atau bank lain dalam tulisan ini. Seperti yang saya tulis sebelumnya, bahwa saya bebas untuk mengemukakan pendapat terhadap sesuatu masalah dengan tetap berprinsip, bahwa yang saya tulis tidak merugikan pihak manapun. Dan pada tulisan ini, saya rasa tidak ada kata-kata atau kejadian-kejadian, yang menurut saya pribadi, menyinggung atau menimbulkan fitnah terhadap pihak-pihak yang tercantum pada tulisan ini. Tapi tentunya BCA atau bank lain, yang tidak saya sebut disini, mempunyai hak juga untuk tidak puas dengan tulisan ini. Apabila tidak puas dengan tulisan ini, silahkan perbaiki sistem antrian yang telah ada, temukan cara-cara baru untuk membuat nasabah setia tetap setia dengan keberadaan BCA.

Friday, January 18, 2008

RiaN P2 Humas Cantiq....... ^_^

Setelah beberapa minggu lalu saya dikerjai oleh sebuah laptop pinjeman yang tiba-tiba hilang config Windows-nya dan dipaksa bertanggung jawab untuk membetulkannya. Akhirnya tabir gelap itu mulai terbuka, bahwa di tempat dimana laptop tersebut biasa mangkal, terdapat penyebaran virus tanpa adanya anti virus yang memadai. Dari beberapa forum serta blog yang saya kunjungi, referensi dari Google, ternyata belum ada jawaban yang memuaskan. Di blog rockemon, saya belum mendapatkan jawaban yang pasti mengenai virus ini, karena disana memang tidak spesifik membahas rian.dll.vbs, tapi virus yang menyerupainya. Disebutkan untuk mematikan file wscript.exe yang sedang aktif, sedangkan pada komputer ini file tersebut tidak aktif walaupun memang ada, setelah saya pergunakan fasilitas search dari Windows. Setelah file tersebut ketemu, segera saja saya hapus sekalian yang ada di prefetch, walaupun saya juga tidak tau pasti apakah akan mengganggu kestabilan Windows atau tidak.
Semalam dibuka sebuah diskusi mengenai virus ini dengan salah seorang teman, Adi yang mantan OC dari pulau seberang, ternyata wscript.exe tersebut memang bawaan dari Windows. Dasar sok tahu, akibat dari penghapusan yang saya lakukan sebelumnya, maka saya harus mencarikan wscript.exe pengganti. Tidak sulit mencarinya, karena banyak komputer sejenis yang berkeliaran. Pada saat diskusi, ketika PCMAV RC23 baru start langsung memberitahukan 2 Suspect yaitu berupa file rian.vbs.dll dan satu lagi berupa registry mcafee, padahal dikomputer tersebut belum pernah menginstall Anti Virus McAfee.
Setelah mematikan wscript.exe yang saat itu sedang asyik nongkrong di Task Manager, maka perburuan segera dilakukan. Dari petunjuk yang diberikan oleh PCMAV RC23, segera masuk ke Registry Editor dan dilakukan penelusuran. Setelah ketemu dengan HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Mcafee, dan tanpa basa-basi, langsung delete tanpa belas kasihan.
Yang jadi masalah, adalah file rian.vbs.dll tidak dapat diketemukan walaupun hidden files telah dinampakkan, dan anjing pelacak milik Windows juga gagal untuk menemukannya. Ternyata ada yang terlupa dari proses pencarian tersebut, ternyata rian.dll.vbs tersebut diangap sebagai suatu file system yang wajib untuk dilindungi dari pandangan umum. Dari File Explorer, buka Tools, pilih Folder Options..., masuk ke tab View, hilangkan check pada option Hide protected operating system files (Recommended). Setelah semua proses tersebut dilakukan, tanpa menggunakan anjing pelacakpun file-file rian.dll.vbs segera dapat kita saksikan dengan mata telanjang. Penghapusan pun mulai dilakukan, termasuk juga file Autorun.inf. File rian.vbs.dll tersebut ada di setiap drive, yang terdapat pada komputer yang telah terinfeksi dan juga di folder Windows. Untuk memastikan semua lokasi pastinya, jangan ditutup dulu hasil scan PCMAV RC23, walaupun proses pembersihan juga tidak berhasil dilakukan oleh PCMAV RC23. Dari hasil tersebut, kita bisa memantau kira-kira ada dimana saja file rian.dll.vbs tersebut berada.
Setelah semua proses selesai, dan kemungkinan semua file rian.dll.vbs telah hilang, maka saatnya untuk melakukan inspeksi menggunakan PCMAV-23, hasilnya nihil. Apakah komputer sudah bersih dari RiaN P2 Humas Cantiq....... ^_^??? Ketika Internet Explorer dibuka, ternyata masih muncul tulisan tersebut menggantikan tulisan Internet Explorer. Untuk menghilangkan tulisan tersebut, masuk lagi ke Registry Editor dan lakukan pencarian dengan keyword RiaN P2Humas Cantiq....... ^_^. Setelah ketemu, gak usah pake ditanya, langsung tonjok aja pake tombol Delete.

Hasil mungkin bervariasi, karena percobaan ini hanya dilakukan terhadap 2 buah PC.

Mudah-mudahan posting ini berguna bagi yang sedang bermasalah dengan RiaN P2 Humas Cantiq....... ^_^.

Ucapan terimakasih :
1. Google, yang telah mempertemukan saya dengan blog rockemon
2. Adi, yang telah mau diajak berdiskusi mengenai masalah ini. Selamat akhirnya VPC kamu bisa jalan, makanya jangan terlalu pelit membagi HD. Hhehehehehe....
3. Rian dari P2 Humas yang mungkin cantik, tapi karena tercemar dengan keberadaan rian.dll.vbs, menjadi tidak cantik sama sekali
4. Erni yang telah sering mengijinkan saya untuk menggunakan laptop milik kantornya, untuk sekedar membunuh sepi, yang akhirnya rusak.
5. Oknum kantor atau pemilik laptop, yang langsung menunjuk kesalahan rusaknya laptop tersebut adalah kesalahan saya. Antivirusnya sering diupdate, jangan biarkan lubang USB sebagai tempat buang hajat untuk virus.
6. Anjiek, yang sudah mau membagi file wscript.exe dari komputernya.

Akhirnya, dengan bantuan kalian semua, kebodohan sapimoto berkurang satu lagi.

Yang masih jadi pertanyaan saya, kenapa registry mcafee ada disitu???

Thursday, January 17, 2008

VMWare dan VMXBuilder, telah menikah disini...

Beberapa hari ini mencoba mencari referensi lewat Goggle tentang penggunaan VMWare, karena Microsoft Virtual PC 2007 Versi 6.0.156.0 sama sekali tidak mau mengenal Linux. Pada saat menjalankan Live CD, semua berjalan normal dan seperti tidak ada masalah. Masalah datang ketika sudah masuk ke menu utama, pointer mouse sama sekali tidak bereaksi terhadap semua gerakan yang dilakukan oleh mouse-nya itu sendiri. Mungkin memang Virtual PC 2007 ini hanya dikhususkan untuk penggunaan Operating System Windows, walaupun pada saat setting pilihan Operating System terdapat Other yang saya asumsikan bahwa Linux juga termasuk didalamnya. Atau bisa juga saya yang memang kurang memahami cara melakukan setting terhadap Virtual PC ini.
Karena sudah sangat penasaran untuk menggunakan Linux tanpa mengganggu semua pekerjaan yang biasa dijalankan melalui Windows, maka perburuan mulai dilakukan. Kalau tidak salah ingat, perburuan ini berawal sekitar 2-3 minggu lalu, berawal dari rumah produksinya di www.vmware.com kemudian baca-baca beberapa tulisan, diantaranya adalah milik boerz, endy, serta irongeek yang berbahasa Inggris yang benar-benar membuat saya harus berpikir ekstra ketika membacanya, antara menterjemahkan kata demi kata sambil meraba-raba maksud yang terkandung didalamnya. Pada waktu itu lagi internetan di warnet, sambil baca-baca akhirnya coba download VMXBuilder dari web site keluarga Petruska, file setup sebesar 607KB dengan enteng disedot. Tapi ketika berada di situs resmi VMWare yaitu www.vmware.com jadi keder juga melihat besarnya file yang didownload sebesar 173MB, setelah sebelumnya mengisi beberapa pertanyaan yang diberikan www.vmware.com. Setelah VMXBuilder selesai terdownload, ternyata belum tersimpan di flashdisk yang telah saya siapkan karena terburu-buru harus pulang.
Agak sia-sia juga usaha yang telah saya lakukan untuk mendapatkannya, tapi paling tidak saya sudah bisa menemukan tempatnya dan bisa mendownload ulang kalau ada kesempatan. Kesempatan tersebut baru datang mulai hari Senin kemaren, sehingga VMXBuilder maupun VMWare berhasil didownload tanpa ada kendala yang berarti.
Permasalahan baru terlihat, ketika saya selesai menginstall VMXBuilder dan mencoba untuk menjalankannya, muncul sebuah pesan dari Windows, "Component 'TABCTL32.OCX' or one of its dependencies not correctly registered: a file is missing or invalid". Merasa ada yang salah ketika melakukan peng-install-an, maka saya coba untuk menginstallnya sekali lagi, setelah sebelumnya sudah saya hapus VMXBuilder yang sudah terinstall. Dan ternyata hasilnya sama saja, bahkan ketika saya coba install di laptop milik salah seorang teman. Mulai meraba ulang, jangan-jangan ada yang salah dengan proses download. Download ulang dilakukan dan hasilnya adalah sama saja alias tidak ada keberhasilan yang diraih.
Sementara untuk install VMWare sama sekali tidak ditemukan masalah, tapi bagaimana VMWare berjalan tanpa adanya file vmx??? Akhirnya mulai berburu file vmx dan menemukannya di irongeek, coba untuk dijalankan, hasilnya sukses.
Hari ini masih penasaran dengan VMXBuilder yang belum sempurna terpasang, maka mulai mencari-cari tentang permasalahan yang terjadi, seperti yang biasa dilakukan yaitu lewat Google. Sebelum mencari via Google, bahkan sempat mengetik e-mail ke Petruska dengan bahasa Inggris yang sangat kacau. Oleh Google ditampilkan kebeberapa web yang menyediakan kata kunci yang saya cari yaitu TABCTL32.OCX, saya langsung kunjungi web yang paling atas ditunjukkan oleh Google yaitu http://www.ocxdump.com yang ternyata memang menyediakan file tersebut dengan gratis.
Akhirnya VMBuilder berhasil dijalankan dengan sempurna, dan VMWare pun akhirnya telah menemukan pasangannya di komputer ini. Selamat berbahagia diucapkan kepada kedua mempelai, semoga segera lahir keturunan-keturunan yang lucu dan cerdas dari kolaborasi antara keduanya.

Link Download :
VMXBuilder
VMWare (yang ini belum tentu bisa menggunakan link ini, karena untuk mendownloadnya diperlukan beberapa isian pada www.vmware.com)
TABCTL32.OCX

Terimakasih diucapkan kepada semua pihak yang telah membantu terjadinya perkawinan antara VMXBuilder dan VMWare dikomputer ini. Tak lupa terimakasih disampaikan kepada Pakdhe Bast, yang ternyata belum memiliki keduanya.

Tenang ae, Pakdhe. Nek gak sempat download, ngko nek aku mulih tak silihi flashdisk-ku....




E-mail untuk Petruska yang batal terkirim :

I have download VMXBuilder from your site. Installing process is work properly and nothing trouble. But, while I open VMXBuilder, appears notice box "Component 'TABCTL32.OCX' or one of its dependencies not correctly registered: a file is missing or invalid" from my operating system (WindowsXP Pro).
What I have to do with this problem?
I am sorry for my unfluently English, but I hope you understand what I mean.
Thanks for the VMXBuilder and help to fix my problem with it.
Regards,



Satu lagi kebodohan yang membelenggu telah lepas...

Wednesday, January 16, 2008

Nekat dan Semangat

Hari ini menghapus beberapa link PTC yang ada di sebelah kanan blog ini. Beberapa karena tercantum dalam scamlist di beberapa website, dan bebarapa lagi menolak member dari Indonesia. Selain adanya penghapusan, juga ditambahkan link PTC baru, yang masih belum tercium aroma scam-nya. Tidak perlu saya sebutkan satu persatu, link PTC yang saya hapus dan tambahkan, karena sedang menggunakan koneksi internet yang sangat lambat dan terbatas oleh waktu untuk menuliskannya. Lagian, untuk apa saya mencantumkan iklan PTC tersebut di blog ini, padahal saya jelas-jelas sudah terkena tipu daya mereka.
Yang saya sesalkan adalah beberapa PTC yang memasukkan Indonesia ke dalam negara yang dicekal untuk masuk sebagai member mereka, padahal pada saat saya register beberapa bulan lalu, mereka masih mengijinkan warga negara Indonesia untuk bergabung. Gak bisa protes, gak bisa demo, cuma bisa pasrah pada nasib. Bagaimanapun, tetap harus bangga sebagai putra Negara Republik Indonesia.
Klo dibilang nekat, mungkin juga nekat, karena tidak jera juga mencoba yang namanya PTC. Namanya juga usaha, harus gigih berjuang setelah beberapa bulan ini istirahat dari kegiatan clicking karena sama sekali tidak mendapatkan koneksi internet gratisan. setelah lama vakum, akhirnya mencoba aktif kembali dalam dunia clicking. Semoga saja, ada keberhasilan dalam kebangkitan kedua ini.
Sen demi sen harus dikumpulkan dengan perlahan-lahan untuk meraih sebuah cita-cita yang sempat mendapat cibiran dan cemoohan dari beberapa orang. Klo dipikir dengan matang, sebenarnya clicking ini hanyalah sebuah usaha yang menghabiskan waktu tanpa adanya kepastian akan hasilnya, karena banyak sekali PTC yang pada awalnya terlihat menarik dan meyakinkan akan membayar apa yang telah kita click, tapi pada saat target sudah terpenuhi ternyata hanya bisa ditukarkan dengan iklan di web mereka. Tapi namanya sebuah usaha, harus ada yang dikorbankan untuk mendapatkan hasil walaupun hanya setetes. Hasil yang sudah nyata dan bikit sakit hati adalah dari beberapa PTC yang diikuti benar-benar terbukti merupakan scam. Hasil tersebut harusnya sudah cukup untuk mebuat jera, tapi nyatanya belum jera juga. Kapoknya cuma kapok lombok, setelah ilang pedesnya malah pengen lagi....

Gak ada pesan khusus untuk ikut dalam program-program PTC yang banyak beredar, selain banyak PTC tipuan alias scam, juga bikin sakit hati dan diperlukan sebuah kenekatan. Tapi jangan salah, saya masih tetap menggunakan fasilitas-fasilitas yang bisa memberikan koneksi internet gratisan, walaupun terbatas dalam kecepatan serta waktu yang dapat digunakan.

Gak cukup hanya modal nekat, tapi juga diperlukan sebuah semangat....