Showing posts with label Ngawur. Show all posts
Showing posts with label Ngawur. Show all posts

Thursday, March 5, 2009

Target Pebruari 2009 Tidak Terpenuhi

Target pada kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 meleset dan sama sekali tidak memenuhi target seperti yang telah saya tetapkan sebelumnya. Target untuk naik dua posisi setiap minggu, pada awalnya terlihat mudah sekali karena beberapa hari setelah saya menulis tentang target Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, posisi pada mesin pencari tiba-tiba melesat, bahkan sempat tampil pada halaman pertama selama beberapa jam. Setelah peristiwa yang cukup menggembirakan tersebut, karena saya adalah seorang pemula yang tidak terlalu paham dengan tehnik seo, dengan perlahan namun pasti, setiap hari mengalami penurunan posisi. Dalam satu hari bisa 3-5 posisi, bahkan terkadang harus turun sampai 1 halaman. Kejadian yang paling tragis adalah ketika sudah menyentuh pada halaman 11, yang saya perkirakan adalah sebuah halaman yang sudah membuktikan bahwa posisi saya makin terpuruk, ternyata salah besar, dan beberapa hari kemudian harus rela untuk mendapatkan sebuah pukulan yang sangat telak yaitu masuk pada halaman 19. Sebuah penurunan yang sangat drastis, dan tentunya juga membuat saya sedikit bertanya-tanya, kemungkinan adanya hubungan antara seo dan template, karena beberapa hari sebelumnya saya melakukan sedikit modifikasi pada template, yaitu memindahkan salah satu widget dari sidebar ke footer. Kemudian adanya beberapa kesalahan yang dimunculkan ketika seorang pengunjung memberikan sebuah komentar pada blog, dan ketika melakukan submit komentar berikutnya diberikan pemberitahuan bahwa terjadi double komentar, karena komentar sebelumnya telah masuk. Pada saat posting ini ditulis, posisi pada Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 masih berada pada halaman 19 atau tepatnya pada posisi 185. Semoga tidak lama lagi, posting tersebut dapat naik, setelah bot crawl milik google, kembali menemukan dan mengakui bahwa template yang saya gunakan sudah fix.

Wednesday, November 26, 2008

Cerai Secara Sepihak

Cerai dalam hukum Islam, sejauh yang saya ketahui adalah halal tetapi dibenci oleh Sang Maha Pencipta. Sedangkan menurut hukum negara, sekali lagi sepengetahuan saya pribadi, dua orang yang telah menikah harus mengajukan gugatan cerai dan nantinya akan diputuskan oleh pengadilan agama apakah permohonan tersebut dapat dikabulkan atau tidak, setelah sebelumnya juga diusahakan sebuah jalan agar perceraian tersebut tidak sampai terjadi.
Dalam hal terjadi cerai, maka yang paling menderita adalah dari pihak anak-anak, karena harus berpisah dari salah satu orang tuanya, walaupun kemungkinan untuk bertemu tetap ada, tetapi pastilah sangat berbeda jika seorang anak mendapat perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Apakah bisa dilakukan cerai secara sepihak tanpa perlu melibatkan pengadilan atau badan yang berwenang menangani itu? Saya belum bisa menjawabnya dengan pasti, karena memang saya sama sekali tidak memeliki banyak referensi tentang perceraian. Kenapa tiba-tiba membahas tentang undang-undang di blog ini, yang dibahas malah hukum perceraian??? Karena salah satu blog disebelah juga sedang membicarakan dengan cerai, dan mengatakan telah mengambil keputusan bulat untuk melakukannya.

Wednesday, August 13, 2008

Sapimoto Masuk Sandbox

Apakah ini merupakan salah satu tanda-tanda bahwa sapimoto masuk dalam sandbox google? Karena dari beberapa postingan terakhir susah sekali menembus hasil pencarian dalam sebuah urutan yang sangat ngetop pada Google. Apakah karena kemerosotan produktivitas dari sapimoto dalam melakukan posting?
Ya, saya rasa memang karena kurang produktifnya sapimoto akhir-akhir ini dalam menulis untuk blog dengan domain sendiri. Karena memang sepertinya sedang banyak yang perlu dipikirkan dan ditekuni selain blog tersebut, sehingga blog yang rencananya jadi blog pribadi tersebut menjadi sedikit terbengkalai.
Mudah-mudahan untuk bulan depan, sapimoto sudah bisa kembali seperti sediakala dengan semangat menulis dan meningkatnya produktivitas dalam blog priobadinya tersebut.

Sunday, June 8, 2008

Kegiatan Weekend

Bagi kebanyakan orang, weekend merupakan sebuah momen yang akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk lepas dari segala rutinitas yang dialami selama lima atau 6 hari kerja. Banyak cara yang diambil untuk memanfaatkan weekend, pulang ke kampung halaman atau tempat domisili keluarga jika keluarga tidak diajak serta ke kota tempat bertugas, berlibur untuk mendapatkan suasana baru serta mendapatkan pemandangan yang menyejukkan mata, bermalas-malasan dirumah seharian penuh sebagai ganti dari semua kesibukan yang telah dilalui selama hari kerja. Dan pasti masih banyak lagi cara untuk menikmati weekend selain yang saya sebutkan diatas.
Saya lebih sering memilih bermalas-malas dirumah selama dua hari penuh, hanya pindah tempat tidur mulai dari kamar depan, pindah ruang tamu atau kamar belakang. Kalaupun anak-anak minta jalan-jalan, paling juga tidak membutuhkan waktu yang lama dan hanya putar-putar kota. Ke luar kota hanya jika benar-benar ada sebuah keperluan yang sangat penting atau memang ketika sudah memasuki titik jenuh untuk menghabiskan weekend hanya dirumah.
Saat seperti ini, dimana BBM telah memenuhi janjinya untuk naik harga, yang diikuti oleh harga kebutuhan pokok maupun sekunder yang lain, sepertinya juga menjadi sebuah pertimbangan ketika memutuskan untuk weekend ke luar kota. Cara yang saya ambil untuk menghabiskan weekend tentu saja sangat efektif untuk menanggulangi naiknya pengeluaran rumah tangga secara khusus, dan secara umum juga bisa dikatakan sebagai gerakan hemat energi dan ikut berpartisipasi dalam pengurangan efek global warming.
Apa yang anda lakukan untuk menghabiskan weekend? Apakah Anda juga termasuk tipe pemalas seperti saya ketika weekend datang? Ataukah seorang yang selalu mobile untuk menghabiskan weekend? Pilihan tetap ada ditangan Anda, dan saya hanyalah memberikan opsi tambahan jika Anda belum pernah mencoba untuk bermalas-malasan dirumah sebagai sebuah kegiatan yang hemat dan tetap mengasyikan sebagai pengisi weekend. Dan saya rasa dengan tidak kemana-mana ketika weekend juga sudah merupakan sebuah kegiatan positif untuk meng-istirahatkan otak serta organ tubuh yang lain dari segala rutinitas ketika kita bekerja.
Sama sekali tidak ada yang salah dengan memilih bermalas-malasan sebagai alternatif menghabiskan weekend, paling tidak itu menurut saya pribadi dengan segala kekurangan serta tanpa kelebihan apapun.

Wednesday, April 16, 2008

Sony Ericsson K-800i Bermasalah???

Ada yang sedikit janggal dengan penggunaan modem handset Sony Ericsson K-800i, paling tidak itu yang dialami oleh sapimoto. Ketika ditancapkan ke CPU melalui kabel data (USB), dan keliru melakukan pilihan dari tiga yang disediakan yaitu Transfer Mode, Phone Mode dan Print. Karena handset tersebut ketika ditancapkan pada CPU gadungan yang ada dirumah selalu dialiri listrik yang ketika disentuh lumayan bikin kaget, maka kebiasaan sapimoto adalah mengggunakan alat seadanya yang berada di sekitar dan mudah untuk diraih. Kadang korek, gunting, rokok, pulpen.

Seperti malam ini, ketika lagi mau ngenet menggunakan modem dari Sony Ericsson K-800i, dan tidak ada alat sedikit pun yang dapat diraih, maka dengan pede menggunakan tangan telanjang untuk melakukan pilihan. Heran, tidak ada aliran listrik yang mengagetkan seperti biasanya, tapi karena mengantisipasi keterkejutan jika tiba-tiba ada aliran listrik, maka sapimoto melakukan sebuah kebodohan yaitu memilih Transfer Mode. Sudah masuk di Transfer Mode, masih tetap nekat mencari modem Sony Ericsson K-800i melalui Sony Ericsson PC-Suite. Tindakan ini sebenarnya adalah tidak perlu untuk para ahli, karena sudah bisa dipastikan bahwa tidak akan diketemukan modem tersebut dan hanya ditemukan memory card.

Hmmm.... Sepertinya tidak ada yang janggal, seperti yang disebutkan pada pembukaan. Tunggu sebentar, cerita belum berakhir....

Setelah menyadari kebodohannya, lalu sesuai intsruksi dari Sony Ericsson PC-Suite, maka dilakukan Safely Remove Hardware, lepas kabel USB, dan jika handset dalam keadaan mati maka hidupkan lagi jika ingin menggunakannya kembali. Ah, rasanya tidak perlu dibahas yang seperti itu. Sapimoto sok tahu.... Setelah semua proses pelepasan tersebut berhasil dilakukan dengan sukses, USB ditancapkan kembali. Apa yang terjadi??? Luar Biasa!!! Handset tersebut telah dikenali sebagai modem Sony Ericsson K-800 (tanpa tambahan huruf i) pada device manager, tetapi tidak berhasil berhubungan dengan Sony Ericsson PC-Suite. Kemudian mencoba sebuah tombol pada Sony Ericsson PC-Suite, How To Connect, hasilnya tetap yaitu tidak ada handset yang terkoneksi dengan Sony Ericsson PC-Suite. Sempat juga terpikir apakah mungkin karena tidak memakai lubang USB yang biasa dipake??? Ternyata setelah dicoba untuk pindah lubang langganan, hasilnya tetap tidak mempertemukan modem Sony Ericsson K-800i dengan Sony Ericsson PC-Suite.

Seperti biasa, ketika semua usaha telah buntu, maka munculah sebuah ide cemerlang tapi sangat basi, restart. Setelah proses restart selesai, kembali handset dihubungkan dengan CPU, pilih Phone Mode, dan munculah Sony Ericsson PC-Suite di tray icon yang menandakan bahwa mereka telah berhubungan dengan sangat intim. Segera saja pilih Mobile Connection Wizard, pencet Connect, dan sapimoto pun bisa kluyuran dari dalam rumah.

Jangan pernah berpikiran kalau semua handset Sony Ericsson mempunyai masalah yang sama dengan yang dialami sapimoto, mungkin juga karena handset Sony Ericsson K-800i ini sudah terlalu capek karena sering terjun bebas. Jangan pernah percaya kalau semua proses yang terjadi sedemikian singkatnya, karena berkali-kali setelah melakukan restart, ternyata masih saja memilih Transfer Mode. Masalah handset dialiri listrik alias nyetrum, sebenernya bisa diatasi dengan memasang ground pada CPU, tapi sampai saat ini masih belum dilakukan karena banyaknya kesibukan.

Monday, April 14, 2008

Internet Gratis

Apakah mungkin akses internet gratis atau minimal internet dengan biaya sangat murah sekali, akan bisa dinikmati di negeri tercinta kita, Indonesia? Rasanya sangat susah untuk menjawab bahwa internet gratis atau internet murah akan dapat diwujudkan, mengingat besarnya biaya untuk pembangunan sebuah infrastruktur jaringan adalah sangat besar.

Saat ini sudah banyak sekali penyedia jasa layanan akses internet baik itu menggunakan jaringan kabel maupun tanpa kabel (wireless). Tapi tarif yang ditawarkan masih sangat mahal untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, apalagi untuk mereka yang merasa tidak atau belum merasakan manfaat dari keberadaan internet tersebut. Bahkan bagi sebagian orang, internet adalah sebuah teknologi yang sangat mahal sedangkan manfaat yang didapat juga tidak terlalu banyak, paling hanya melihat-lihat gambar atau video porno, untuk berkirim atau menerima e-mail, atau bahkan sebagai alat untuk melihat hasil akhir sebuah pertandingan yang biasanya berkaitan dengan judi. Untuk mendapatkan beberapa gambar atau video porno, pengguna internet juga tidak perlu bersusah payah untuk menghafalkan alamat situs penyedia layanan konten dewasa tersebut, hanya dengan mengisikan keyword yang dikehendaki pada mesin pencari, maka hasil yang ditunjukkan oleh mesin pencari akan sangat banyak. Bahkan bagi pengguna yang pada awalnya hanya mencari satu situs penyedia layanan porno, akhirnya tertarik juga dengan hasil yang ditampilkan oleh mesin pencari, padahal dari hasil tersebut sangat banyak yang tidak sesuai harapan semula. Belum lagi pop up yang dimunculkan oleh situs-situs porno, baik berupa iklan maupun redirect ke situs lain yang tentunya juga masih dengan bau-bau pornonya. Apakah kita berhak untuk menyalahkan internet sebagai biang keladi banyaknya tersebar gambar atau video porno yang akhirnya menjadi koleksi pribadi maupun diperjual-belikan atau disebar ke teman-teman. Dan yang paling yang paling parah adalah gambar atau video porno tersebut dibagi-bagi dalam sebuah lingkungan kantor atau sekolah, baik itu kantor atau sekolah yang memiliki koneksi internet secara langsung atau tidak, barang-barang tersebut sangat mudah dibawa dan disebar dengan menggunakan media-media yang saat ini sudah mulai murah, seperti usb flashdisk atau membakarnya dalam bentuk kepingan CD. Atau kita berhak untuk membebankan kesalahan ini pada mesin pencari??? Lha kok malah mulai nglantur kemana-mana. Semua masalah itu sangatlah tidak penting. Bahkan pada akhirnya, saya juga tidak akan memaparkan kegunaan dari internet tersebut karena akan memperpanjang tulisan ini, padahal belum tentu ada yang baca. Apapun tujuannya, pastilah mereka berharap untuk mendapatkan akses internet murah, atau bahkan kalau bisa yang gratis sekalian. Internet gratis, apakah ini hanyalah mimpi???

Seperti pada awal munculnya jaringan telepon selular, penyedia layanan telepon selular tersebut berlomba-lomba untuk mencekik para pelanggannya dengan tariff yang sangat mahal. Tapi silahkan lihat iklan-iklan yang ada sekarang, ada yang beriklan hanya sembilan rupiah perdetik dan ngomong sampe dower, ada juga telepon sampai puas, ada yang bertarif nol koma nol nol nol nol nol nol (masih banyak lagi nol yang disertakan pada iklan tersebut) dan diakhiri dengan angka satu. Apakah ini mulai nglantur lagi??? Tidak!!! Kita baru saja akan mulai menganalisa alakadarnya tentang keberadaan internet gratis atau paling tidak internet murah, menurut masayakat Indonesia yang membutuhkan adanya jaringan internet.

Saya sendiri juga kurang begitu mengerti kenapa tiba-tiba ada perang tarif yang sangat hebat antara penyedia layanan telepon selular, karena saya adalah pemakai salah satu layanan yang tarifnya tidak ikut perang. Menyedihkan sekali…. Dengan adanya perang tarif tersebut, banyak sekali para pengguna layanan telepon selular kemudian beralih ke penyedia layanan yang dirasa paling murah.

Silahkan bandingkan iklan-iklan yang tersebar mengenai turunnya tarif telepon selular dengan iklan internet murah. Bahkan sepertinya, sama sekali tidak ada iklan yang menyatakan bahwa penyedia layanan internet ini sekarang turun tariff menjadi sekian rupiah per jam atau sekian rupiah per kilobite. Iklan-iklan tentang tarif internet hanyalah berupa brosur-brosur, itu pun sepertinya juga tidak disebar secara umum. Atau mungkin para penyedia layanan internet ini sudah cukup puas dengan jumlah pelanggan atau jumlah rupiah yang telah didapatnya saat ini??? Atau mereka merasa tidak memiliki pesaing sehingga tidak perlu untuk gencar ber-iklan untuk menambah jumlah pelanggan??? Silahkan ditanyakan langsung kepada para penyedia layanan internet tersebut.

Friday, February 22, 2008

MAC vs IP

Hanya ingin mengarsipkan sebuah percobaan kecil-kecilan, bukan ingin menggurui siapapun atau mematahkan penelitian yang lain (jika ada yang bertentangan dengan tulisan ini). Karena sapimoto yang bodoh ini, hanya berusaha untuk merekam sebuah kejadian yang dialaminya. Pada percobaan ini, telah disiapkan 2 buah komputer (nyata) dengan OS Windows XP SP2, IP 10.12.3.40 dan 10.12.3.53, untuk melakukan percobaan tentang MAC dan IP. Didalam Komputer 1 telah diaktifkan Microsoft Virtual PC 2007 dengan OS Windows XP SP2 (Komputer 1a) dan VMWare dengan OS Linux Backtrack (komputer 1b). Bisa diartikan, bahwa dalam percobaan ini terdapat 4 buah komputer yang siap untuk diutak-atik.
Rincian peralatan: Komputer 1 MAC 00-0F-FE-95-0F-5F (G-Pro Computer) IP 10.12.3.40 Komputer 1a MAC 00-03-FF-97-0F-5F (Connectix) IP 10.12.3.39 Komputer 1b MAC 00-0C-29-F7-AE-A1 (VMware) IP 10.12.3.38 Komputer 2 (Pinjem Soni Firyadi) MAC 00-0F-FE-95-12-7B (G-Pro Computer) IP 10.12.3.53 1. Komputer 1a MACnya disamakan dengan MAC komputer 2, sukses. Mengganti akhiran IP dari 39 menjadi 53, setelah MAC terganti. Sukses, koneksi keluar tidak terganggu, tidak terjadi konflik. Komputer 1a dan komputer 2, tidak mengalami gangguan apapun untuk melakukan kegiatan jaringan, baik didalam kantor maupun ke luar kantor dengan melewati router. 2. Komputer 1b yang menggunakan Backtrack dengan IP 38 disamakan dengan IP Komputer 2 menjadi 53, tanpa menyamakan MAC. Komputer 1b sukses menggunakan IP berakhiran 53 tanpa memerlukan penggantian MAC, sedangkan pada Komputer 2 muncul pemberitahuan system error (IP Conflict) Kemudian, MAC Komputer 1b disamakan dengan Komputer 2 yang sedang mengalami IP konflik. Setelah MAC sama, maka Komputer 1b dan Komputer 2 sama-sama tidak mengalami permasalahan dengan koneksi jaringan. 3. MAC Komputer 1a disamakan dengan Komputer 1 (induk), sukses. IP Komputer 1a (39) disamakan dengan Komputer 1 (40), tidak terjadi konflik. Apakah benar tidak terjadi konflik??? Ternyata Tidak. Komputer 1a bermasalah dengan koneksi jaringan, walaupun sama sekali tidak ada pesan dari Windows yang mengatakan bahwa terjadi IP konflik. Komputer 1a bukan hanya tidak mampu melewati router, tetapi juga tidak mampu melewati Ethernet Card yang dimiliki oleh Komputer 1. 4. IP komputer 1b (38), disamakan dengan Komputer 1 (40). Komputer 1b, lancar untuk mengakses web yang ada diluar kantor, sedangkan Windows yang ada pada Komputer 1 memberikan peringatan bahwa terjadi IP konflik. Komputer 1 tidak bisa kemana-mana. MAc Komputer 1b (40), disamakan dengan MAC Komputer 1 (40 - IP Conflict). Komputer 1b, tetap bisa terkoneksi dengan web diluar kantor, sedangkan Komputer 1 tetap tidak bisa berhubungan dengan komputer lain walaupun tidak ada pesan IP konflik dari Windows. Ethernet Card pada Komputer 1 yang menggunakan Windows XP SP2, bisa ditembus bahkan ditutup oleh Backtrack. Mudah-mudahan dengan mengarsipkan percobaan kecil ini disini, sapimoto dapat terus mengingat tentang percobaan sederhana ini dan sedikit membuang kebodohannya.

Tuesday, January 22, 2008

Bank Central Asia

Apabila ada pertanyaan yang terlontar, bank apa yang paling lengkap fasilitasnya dengan jaringan ATM yang sangat luas, saya bisa mengira-ngira bahwa jawaban yang akan muncul adalah BCA. Dihampir semua tempat, kita bisa menemukan ATM dari bank tersebut. Selain ATM, BCA juga menyediakan CDM atau saya biasa menyebutnya dengan mesin pemakan uang. Dengan keberadaan CDM, maka saya yang tidak memiliki banyak uang untuk ditabung, sangat terbantu sekali karena tidak perlu masuk antrian yang bisa dipastikan sangat panjang untuk setiap harinya. Perlu diketahui juga bahwa untuk memberi makan mesin tersebut, ada ketentuan dan syarat tertentu, satu kartu hanya bisa digunakan untuk memasukkan uang sebesar 5 juta rupiah per-hari, selain syarat lain terhadap uang yang dimasukkan, diantaranya adalah tidak dikaret, tidak distaples, tidak lusuh, tidak terlipat, dan lain-lain yang saya tidak dapat mengingat detilnya satu persatu. Internet banking serta mobile banking juga merupakan produk dari BCA yang sangat bagus, walaupun pada awal kemunculan Internet Banking ada rumour bahwa keamanan yang tersedia pada fasilitas tersebut kurang, sehingga beberapa nasabah berhasil dikuras rekeningnya oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sekali lagi saya tulils, bahwa itu adalah sebuah rumour yang saya dengar dari cerita beberapa orang, tanpa saya tahu sendiri ada media yang mempublikasikan masalah tersebut. Dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki BCA, saya rasa sangat pantas ketika mereka mengenakan biaya sekitar 9 ribu per-bulan untuk setiap rekening. Yang sangat menggelikan adalah adanya bank lain yang mengenakan biaya perbulan sama dengan yang dikenakan BCA, padahal fasilitas yang mereka miliki sangat minim sekali. Kalau ada orang yang beranggapan bahwa membuka rekening di BCA adalah buang-buang uang untuk membayar biaya administrasi tiap bulan, silahkan bandingkan dengan bank lain. Saya rasa hampir setiap bank, mengenakan biaya administrasi dikisaran harga tersebut, antara 7 - 10 ribu. Setelah sedikit mengulas tentang keunggulan BCA, kini tiba saatnya saya mengupas tentang kurang bagusnya pelayanan yang diberikan kepada nasabah. Karena kalau disini saya hanya memaparkan keunggulan yang dimiliki, orang akan berpikir bahwa saya adalah antek-antek BCA yang dengan sengaja menyebarkan tulisan ini untuk mendongkrak nama BCA. Perlu diketahui, saya hanyalah nasabah biasa, dengan jumlah rekening yang tidak terlalu banyak, tetapi sangat senang dengan semua fasilitas yang diberikan oleh BCA.

Monday, October 29, 2007

Mobile Advertising

Pada awal tahun 2000 sampai sekarang, kegiatan touring atau melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor sangat digemari oleh sebagian dari masyarakat Indonesia. Entah itu karena adanya issue yang ditulis oleh tabloid-tabloid otomotif atau karena memang naiknya harga BBM yang menggila atau juga karena adanya kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi berupa kendaraan roda dua, atau memang hanya merupakan sebuah trend sesaat. Dimana-mana bermunculan club maupun komunitas yang beranggotakan jenis atau merk tertentu dari sepeda motor, bahkan tak jarang juga dijumpai club atau komunitas yang beranggotakan jenis atau merk yang sangat beragam.
Pada awalnya, terbentuknya club atau komunitas adalah (biasanya) karena para ridernya berasal dari sebuah background yang sama, mulai dari teman sepermainan, sekolah, kantor, bengkel, tempat nongkrong dan tak menutup kemungkinan adanya club atau komunitas yang sengaja didirikan oleh produsen suatu merk tertentu atau dealer sebagai kepanjangan tangan dari produsen, dan ada juga sebuah club atau komunitas yang lahir dari sebuah teknologi internet. Tujuan dari diberdirikannya sebuah club atau komunitas sangat beragam, misalnya untuk menaikkan pasaran suatu jenis dari merk tertentu, untuk mengumpulkan para hobiis suatu jenis atau merk tertentu untuk lebih mudah mendapatkan akses dalam mencari onderdil atau kebutuhan otomotif yang lain, untuk menyalurkan hobi touring, untuk mengkampanyekan suatu program baik yang berhubungan dengan dunia otomotif maupun tidak, sebagai sebuah sarana promosi, dan mungkin masih sangat banyak tujuan-tujuan lain yang tidak bisa disebutkan karena keterbatasan saya. Biasanya seorang member baru ketika ditanya motivasi apa yang mendorongnya untuk masuk dalam sebuah club atau komunitas adalah untuk menambah saudara atau teman, menambah pengetahuan tentang motor yang ditungganginya serta untuk menambah pengalaman. Pengalaman disini, sepertinya langsung mengarah kepada pengalaman touring, berkemudi secara berkelompok, trouble-trouble yang sering terjadi pada kendaraan serta pemecahannya, berorganisasi serta berkumpul dengan bermacam-macam individu yang mempunyai sifat dan karakter berlainan.
Dalam sebuah organisasi (untuk menggantikan kata club atau komunitas), dibutuhkan sebuah rasa saling percaya yang kuat dari masing-masing personel, terbuka menerima kritik dan saran bersifat membangun yang datang dari dalam maupun luar, mau berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga bisa didapatkan sebuah organisasi yang benar-benar solid, awet dan berkualitas dari segala sisi. Untuk mewujudkannya maka sangat perlu dibentuk suatu kepengurusan yang bertanggungjawab dan bertugas menampung aspirasi anggota, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan organisasi, serta mengambil keputusan yang sebelumnya telah dibicarakan dalam suatu musyawarah dengan seluruh atau beberapa anggota yang telah diberikan kewenangan untuk membantu diputuskannya sebuah masalah.
Mungkin apabila dilakukan pendataan secara menyeluruh, akan banyak sekali club atau komunitas yang telah berdiri pada 7 tahun ke belakang. Tidak sedikit pula yang tidak dapat bertahan lama, entah itu karena masalah internal ataupun eksternal yang memaksanya untuk bubar atau hanya berganti nama. Tak sedikit pula kita dengar atau kita jumpai, munculnya sebuah club atau komunitas yang lahir dari club atau komunitas yang telah berdiri lebih dulu dan memunculkan chapter-chapter baru.
Dengan beragamnya latar belakang pemikiran serta tujuan yang ada dalam suatu keorganisasian, tak jarang sebuah club atau komunitas menjadi terpecah dan membentuk club atau komunitas baru, karena merasa (atau memang demikian adanya) aspirasi beberapa kelompok merasa tidak tertampung pada organisasi sebelumnya. Ada pula yang sangat mengecewakan dari organisasi yang pada awalnya mengusung tema brootherhood, pada akhirnya bubar atau pecah dikarenakan adanya faktor kecurangan pengurus atau bahkan dari para anggota sendiri.
Banyaknya club atau komunitas otomotif khususnya roda dua ini, ternyata juga sangat menarik dilihat dari kacamata produsen sebagai pihak yang membutuhkan sarana promosi yang segar dan baru, baik itu produsen otomotif maupun produsen yang lain. Sebuah sarana promosi yang sangat bagus terbentuk pada club atau komunitas motor, sehingga tak jarang sebuah perusahaan menyisihkan biaya promosi yang biasanya digunakan lewat media cetak atau elektronik, untuk melakukan promosi melalui media iklan yang mobile. Iklan yang menggunakan media mobile seperti ini bisa disebut sangat efektif, karena posisinya yang selalu berpindah-pindah dan dari pihak produsen rasanya juga tidak akan terlalu banyak mengeluarkan dana promosi dibandingkan dengan menggunakan media cetak maupun elektronik, yang boleh dikatakan sangat besar. Dan yang paling membuat murah dari promosi dengan metode ini adalah, dari pihak produsen tidak dapat (belum) dikenakan pajak terhadap iklan-iklan mereka, yang setiap hari terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Karena memang sepertinya belum ada Undang-undang pajak yang mengatur tentang mobile advertising ini.
Walopun telah banyak pihak-pihak yang menggarap lahan ini, tapi masih lebih banyak pihak yang rasanya masih enggan memanfaatkan fasilitas yang murah tetapi efektif ini. Yang sudah terlihat memanfaatkan fasilitas ini, sepertinya masih tetap belum berkembang, dan masih dikuasai kuat oleh beberapa produsen yang memang sepertinya mengalokasikan dana lebih untuk berpromo melalui dunia otomotif. Pertimbangan yang diambil untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut adalah beberapa pertanyaan, misalnya (antara lain) berapa lama club atau komunitas tersebut akan bertahan sehingga program kerjasama promosi bisa berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati, seberapa besar mobilitasnya sehingga promo yang dilakukan bisa menjadi sangat efektif, apa yang akan mereka dapatkan secara lebih dengan melakukan branding kepada club atau komunitas tersebut. Tak lupa mereka juga mempertimbangkan faktor keamanan, seberapa solid, berkualitas serta dapat dipercayanya para anggota maupun pengurusnya, sehingga dana yang sudah mereka keluarkan bisa benar-benar digunakan untuk tujuan, sesuai dengan kesepakatan awal dikucurkannya dana tersebut.
Apabila lahan iklan ini dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya, tentunya oleh pihak-pihak yang berkepentingan, saya rasa akan timbul sebuah simbiosis mutualisme antara pihak produsen maupun dari club atau komunitas yang telah melakukan kerjasama dalam bidang advertising ini. Bagaimana meningkatkan kepercayaan dari sebuah produsen, tentunya juga bukan merupakan persoalan yang gampang serta remeh. Adanya kerjasama dan komitmen bersama antara pengurus serta anggota untuk menjaga kepercayaan apabila memang telah sukses menggaet iklan dari produsen, mutlak sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan yang telah ada, yang kedepannya mungkin akan bisa berguna untuk menggaet produsen yang lain. Sebelum ada perusahaan yang berminat, club atau komunitas harus melakukan perjuangan-perjuangan yang juga tidak enteng, mengiklankan diri sendiri supaya mendapatkan kesan eksis serta solid, menunjukkan integritas terhadap suatu komitmen yang telah disepakati pada awal terbentuk, menunjukkan sifat mobile dari club atau komunitas itu sendiri. Sifat mobile ini, walopun bukan poin pertama yang dilihat oleh pengiklan, tetapi akan tetap menjadi sebuah pertimbangan yang sangat dan harus diperhitungkan. Untuk menunjang kepercayaan pihak pengiklan pada sebuah mobilitas dari suatu club atau komunitas, mutlak diperlukan suatu bukti otentik semisal foto atau video. Maka pengurus juga harus siap dengan ini dan selalu mengarsipkan data-data tersebut, sehingga pada waktunya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.
Perlu juga kita simak, perusahaan atau lebih tepatnya pengiklan, mencetak stiker-stiker dengan gambar serta tulisan yang menarik, yang membuat beberapa penunggang motor menjadi tertarik, dan akhirnya tidak sadar bahwa dia telah menjadi sebuah mobile advertising gratisan. Semoga dunia otomotif kita yang saat ini sangat marak, bukan hanya sebuah trend sesaat dan akan terus berkembang. Bukan pula sebuah organisasi yang murni komersial, tapi tetap bisa bersifat komersil. Bukan hanya untuk mencari popularitas, tetapi benar-benar memiliki kualitas.

Saturday, October 27, 2007

Sapimoto vs Tupai

Ada hubungan apa sebenarnya antara tupai dan sapimoto, apakah mereka bersaudara ataukah ada hubungan asmara diantara keduanya??? Sama sekali tidak, tupai dan sapimoto tidak berhubungan sama sekali, baik melalui telepon, sms, e-mail maupun surat menyurat, bahkan tidak saling kenal antara keduanya. Mereka juga tidak bertetangga ataupun berkantor pada gedung yang sama apalagi dalam sebuah instansi yang sama.
Tupai merupakan binatang pengerat yang biasa hidup dipohon-pohon, yang biasanya mempunyai buah yang sangat disukainya. Pada saat saya kecil dan hidup di daerah yang masih banyak terdapat pohon kelapa, sering terlihat tupai yang berjalan atau berlompatan pada blarak, yaitu batang pohon kelapa. Bahkan tak jarang juga terlihat, mereka mmunculkan kepalanya yang berbentuk hampir seperti tikus pada buah kelapa yang mempunyai lubang yang ternyata adalah tempat mereka bersarang. Klo pada film kartun produksi Disney, tupai-tupai ini sering digambarkan mempunyai kegemaran pada buah kenari dan mempunyai rumah mungil diatas pohon. yang tersusun dari lembaran-lembaran kayu yang sangat rapi dan bagus. Bahkan terkadang digambarkan interior dari ruangan tersebut yang bisa dikatakan mewah, terdapat TV layar lebar beserta sofa empuk, kulkas serta tempat tidur yang lux. Setahu saya, belum pernah ada gambaran dimana mereka mendapatkan lembaran kayu dan paku untuk membuat rumah tersebut, apalagi proses pembangunan rumah tersebut, juga dimana mendapatkan interior yang terdapat dalam rumah kayu tersebut. Mungkin juga memang terdapat perbedaan yang mendasar antara tupai lokal yang gemar dengan kelapa dan tupai bule yang lebih gemar dengan buah kenari, serta bagaimana mereka bersarang, karena sepertinya buah kenari terlalu kecil apabila dijadikan tempat bersarang.
Lha kok malah membahas kehidupan tupai, lupakan, ini sudah mulai ngelantur dan menyimpang dari pokok bahasan yang sebenarnya akan dibahas. Diawal sudah disebutkan bahwa tidak ada hubungan istimewa antara sapimoto dan tupai, lha kok malah mengupas tupai berdasar dari pengamatan sapimoto. Bisa dikatakan sapimoto telah melakukan kebohongan, dengan menyatakan klo tidak ada hubungan istimewa antara keduanya.
Di Indonesia, peribahasa yang berbunyi “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga”, ini sudah sangat sering kita dengar atau kita jumpai. Karena kita memang hidup pada lingkungan yang terkadang atau bahkan mungkin sangat sering menggunakan peribahasa atau kiasan, untuk menunjukkan sesuatu supaya terlihat samar atau memang sengaja digunakan untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang pernah memiliki pujanggga-pujangga besar pada masa lalu, seperti Joyoboyo atau Haryo Ronggo Warsito, yang terkenal dengan tulisan-tulisan yang ditulisnya pada jaman tersebut. Sedangkan Arya Dwipangga atau yang lebih dikenal dengan Pendekar Syair Berdarah, tidak usah kita hitung sebagai pujangga besar, karena sepertinya dia hanya dihidupkan untuk menaikkan rating sandiwara radio yang sangat nge-trend pada tahun 90an, dengan mengambil setting pada era kerajaan Majapahit.
Pada peribahasa tersebut, jelas sekali disebutkan kata pandai untuk tupai, walaupun itu mungkin hanya ditujukan kepada keahliannya dalam melakukan lompatan antara satu pohon ke pohon lainnya. Mungkin boleh saya simpulkan, klo yang sudah pandai melompat aja masih bisa jatuh, bagaimana dengan yang sedang belajar atau sedang dalam proses menuju ahli atau mahir dalam melakukan lompatan. Ataukah bisa dikatakan wajar dan sangat tidak apa-apa, jika seseorang atau sesuatu yang belum mahir atau ahli dalam suatu bidang yang baru saja digelutinya kemudian jatuh atau terperosok ke dalam suatu lubang dalam perjalanannya??? Memang gak apa-apa, tupai apabila terjatuh tidak akan mengalami luka yang serius, paling gak itu menurut yang kita lihat dan tidak ikut merasakan efek jatuh tersebut. Dia akan kembali berlari, memanjat dan melompat lagi, sebuah mental juara yang sangat patut diacungi 2 jempol, klo 4 jempol dengan menambahkan jempol kaki, nanti malah diasumsikan sebagai sebuah hinaan. Dengan keahlian serta mental yang dimilikinya tersebut, saya sangat yakin apabila tupai ini akan bisa menjadi atlit yang bias diandalkan di PON, Sea Games atau bahkan Olimpiade.
Dari gambaran diatas yang bertele-tele dan digambarkan dengan panjang lebar, akhirnya anda harus benar-benar mengakui bahwa sapimoto tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan tupai. Walopun sering memberikan pujian, itu hanyalah sebagai rasa kagum dan penghargaan dari sapimoto yang bodoh terhadap tupai yang pandai. Atau mungkin sapimoto memang harus berhubungan khusus dengan tupai, sehingga bisa mendapatkan kepandaian-kepandaian dari sang tupai untuk sedikitnya mengurangi jerat kebodohan yang sampai sekarang masih terus melilit sapimoto, dan sepertinya enggan untuk melepasnya. Tapi apabila anda nekat untuk menghubung-hubungkan keberadaan sapimoto dengan tupai manapun, silahkan saja, karena ini adalah sebuah Negara demokrasi yang sangat menghargai adanya perbedaan pendapat, paling tidak itu sudah tertulis dan diakui secara nasional.
Apabila kemudian ada yang menanyakan adanya ketidakterkaitan antara judul dengan isi, itu semua terjadi hanyalah karena keterbatasan sapimoto sebagai penulis dengan segala kebodohannya telah mengalami kemelencengan dari yang semula terpikir sebagai kerangka tulisan, kemudian berkembang menjadi tambah tidak karuan, dan isi yang sebenarnya harus tertuang menjadi tidak tertuang sama sekali. Bagaimanapun juga, diatas masih tetap dibahas tentang tupai, yang dapat diartikan bahwa tulisan ini masih berada dalam batas-batas koridor yang ditentukan pada saat tulisan ini belum tertulis.
Bagi yang masih penasaran tentang hubungan sapimoto dengan tupai, silahkan menghubungi langsung pihak-pihak yang ditunjuk oleh tupai sebagai juru bicara, karena disini dari pihak sapimoto sudah menyatakan dengan sejelas-jelasnya bahwa tidak ada hubungan diantara keduanya.

Friday, October 26, 2007

Keamanan Internet-an di Warnet

Tak jarang walopun kita telah berlangganan koneksi internet sendiri dirumah, kita juga menggunakan warnet sebagai media kita berkomunikasi dengan menggunakan jalur internet, misalnya saat sedang keluar kota dan ada keperluan yang mendesak atau sekedar untuk menghabiskan waktu luang. Pada warnet, sepertinya masalah keamanan pada privacy kita sangat rentan sekali untuk dijebol. Jauhkan pikiran dari yang namanya hacking, cracking, carding atau semacamnya, karena memang saya sendiri juga sama sekali awam dengan hal-hal tersebut, melainkan dari sisi manusianya sendiri baik sebagai user maupun dari pengelola warnet itu sendiri. Mungkin seringkali kita tidak punya pikiran buruk kepada penjaga atau pengelola warnet langganan, tapi apakah kita bisa yakin dan percaya kepada user yang menggunakan komputer yang sama dengan yang barusan kita pake untuk mengakses account (rahasia)??? Memang tidak baik untuk berprasangka, tapi kita tetap wajib untuk waspada apabila menggunakan fasilitas umum namun berbayar seperti ini.
Sekitar 1 bulan ini, saya sering menjumpai user warnet yang meninggalkan account-nya begitu saja pada komputer yang baru digunakannya, dalam artian halaman yang terbuka pada browser masih berada pada "halaman dalam", yang seharusnya untuk masuk diperlukan kata sandi atau password. Ada pula yang menyimpan password beserta kata sandi, yang jelas-jelas sifatnya sangat pribadi, didalam komputer yang ada diwarnet yang harusnya semua orang juga tahu bahwa ini adalah fasilitas umum, yang siapa saja bisa memakainya, asalakan mau membayar atau tidak masuk dalam catatan hitam dari pengelola warnet bersangkutan.
Untuk kasus pertama, saya coba test kecil-kecilan dengan menggunakan metode yang sangat bodoh, kenapa ini bisa terjadi. Ternyata dikarenakan fasilitas billing warnet yang menyediakan fasilitas pengingat waktu, ketika seorang user pada saat awal login, akan ada tanda check yang meminta untuk memasukkan berapa lama dia akan menggunakan fasilitas tersebut. Setelah user tersebut asyik browsing, chating, chek e-mail, ngobrol dengan menggunakan fasilitas messenger atau kegiatan lain yang kemungkinan besar menggunakan akses internet, tiba saatnya waktu dimana user tersebut telah memilih angka menit pada saat login tadi, kadang user tidak menyadari hal ini, komputer akan langsung logout kembali ke halaman login (pada beberapa warnet, beberapa menit sebelumnya ada peringatan), tanpa mematikan browser atau aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan.Apa yang dilakukan user ketika ini terjadi??? Dengan santai menuju kasir, dan membayar sejumlah harga sewa alat serta koneksi yang barusan dia pake ditambah dengan teh botol atau makanan, klo dia juga butuh minum dan makan ketika melakukan kegiatan internet-annya itu tadi. Beberapa saat kemudian ada user lain yang menggunakan komputer tersebut, celakanya lagi dari pihak pengelola warnet tidak melakukan pengecekan terhadap komputer tersebut apakah masih ada aplikasi yang terbuka atau tidak kemudian menutupnya, setelah login maka akan jelas terpampang suatu pemandangan yang bagi sebagain orang sangat menggiurkan. Menggiurkan disini bukan karena para browser yang terbuka sedang membuka adegan buka-bukaan atau syur (walopun kemungkinan terjadinya hal ini juga sangat besar sekali), baru masuk (blom ngapa-ngapain) sudah ada beberapa browser yang terbuka dan salah satu atau dua sedang akses masuk kedalam suatu account. Dengan kondisi seperti ini, saya rasa orang baik pun akan bisa mengeluarkan sesuatu yang jahat dalam pikiran-pikirannya dan yang lebih parah apabila dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan jahil atau iseng, bahkan merusak.
Kasus kedua adalah user warnet yang seneng atau mungkin tidak sengaja, melakukan penyimpanan username beserta passwordnya ke dalam komputer yang ada diwarnet. Tapi alasan dengan ketidaksengajaan, sepertinya tidak dapat diterima. Karena pada saat akan melakukan penyimpanan, browser (biasanya) akan menanyakan apakah akan menyimpan username beserta password tersebut atau tidak. Atau bisa juga user tersebut tidak tahu atau tidak mau tahu dengan pesan yang dikeluarkan oleh browser, dan dengan PeDenya langsung klik "YES". Kasus kedua ini sama sekali tidak bisa menyalahkan pengelola warnet, karena mereka juga tidak ada waktu untuk melakukan pengecekan terhadap komputer mana saja yang menyimpan data-data user, dan kemudian menghapusnya. Pada kasus kali ini, bisa dikatakan murni kesalahan dari user. Adanya data yang tersimpan dalam sebuah browser, maka user berikutnya, yang harus dan wajib saya katakan iseng, dengan mudah mendapatkan username dan password yang tersimpan, user iseng ini tidak butuh account untuk web tertentu, karena memang sifatnya iseng. Pada percobaan kali ini saya menemukan beberapa account pada situs pribadi, jual beli online dan internet banking, yang telah saya coba ternyata valid. Bukannya saya iseng atau bagaimana (mencoba membela diri), klo tidak dicoba kevalidan dari informasi ini, saya kan tidak bisa mengemukakan pendapat untuk kasus kedua ini.
Kasus ketiga adalah kejadian yang dilakukan oleh user dengan sengaja, yaitu memasang aplikasi yang berjalan sebagai service, sehingga user lain yang sedang menggunakan komputer tersebut (diharapkan) tidak menyadari bahwa tingkah lakunya sedang diintai. Dari pengelola warnet, jelas bisa disalahkan dalam kasus ini, padahal sudah banyak beredar aplikasi-aplikasi yang akan menghapus aplikasi-aplikasi yang terinstall ketika sebuah komputer mengalami restart. Atau bisa juga dilakukan proteksi, sehingga user yang akan memasang suatu aplikasi harus ijin kepada administrator atau apa yang sudah dia install di komputer tersebut tidak akan dapat bekerja sesuai dengan apa yang dia harapkan. Walopun mungkin, saya juga tidak begitu mengetahuinya, ada saja orang-orang yang dengan sengaja bisa menjebol proteksi-proteksi yang telah diupayakan oleh pengelola warnet. Karena saya pernah baca di salah satu buku, bahwa tidak ada keamanan yang benar-benar aman di dunia komputer dan internet.
Karena kasus yang terjadi sangat beragam, mungkin (klo tidak boleh dikatakn pasti) masih banyak kasus-kasus yang terjadi, yang saya sebagai orang bodoh belum bisa menemukan atau malah tidak bisa menemukannya. Menurut saya yang bodoh ini, bisa diminimalisir dari sisi user, yaitu selalu melakukan pengecekan terhadap billing timer, sehingga ketika sudah tiba waktunya, tidak dengan semena-mena meninggalkan komputer yang baru digunakannya. Atau apabila sudah terlanjur dilempar keluar ke halaman login dan tidak mau membayar lebih untuk menutup aplikasi yang sedang jalan, bisa minta bantuan kepada pengelola warnet yang bersangkutan. Untuk user yang biasa menyimpan account kedalam browser, setelah selesai menggunakan fasilitas umum tapi berbayar ini, hendaknya luangkan sedikit waktu untuk menghapus data-data tersebut. Sedikit waktu yang anda luangkan, akan sangat berharga untuk anda. Klo untuk kasus yang ketiga, saya sendiri juga tidak bisa memberikan solusi, mungkin bisa anda tanyakan kepada orang-orang pintar dalam masalah keamanan internet.

Klo untuk Hot-Spot yang selalu mendapat peringatan dari komputer bahwa ini adalah merupakan sebuah koneksi yang tidak aman, saya masih belum tahu bagaimana detil prosesnya. Apakah sama juga dengan proxy, yang bisa mengontrol apa yang sedang dilakukan user dari sebuah server atau bagaimana, mungkin nanti setelah ada referensi yang memadai saya akan buat tulisan sendiri secara khusus.

Wednesday, October 24, 2007

Telkom Slowy

Setelah posting minggu lalu, menceritakan keanehan Speedy yang melambat dikisaran jam 22:00, lha kok setelah menjelajah beberapa blog, ada komenter yang merubah nama Speedy menjadi Slowy atau Slowdy, saya tidak begitu ingat, karena koneksinya yang sangat lemah. Klo netter yang tinggal dikota besar begitu mendapati kelemahan suatu produk, tinggal pilih penyedia layanan koneksi internet lain. Lha klo hidup dikota kecil macam ini, dimana memang adanya cuma Speedy (yang saya tahu), mo pilih yang mana lagi???
Dari hasil perbincangan dengan beberapa penjaga warnet, warnet tempat mereka menggunakan Speedy Paket Unlimited Office bukan Unlimited Warnet. Apa perbedaan dari Paket Office dan Paket Warnet??? Dari harganya aja udah selisih 1 juta IDR, klo kata orang Jawa "ono rego-ono rupo", yang kurang lebih bisa diartikan harga menentukan kualitas. Paket Unlimited yang disediakan untuk warnet dihargai 1750ribu IDR, sedangkan untuk Unlimited Office dihargai 750ribu IDR.
Dari hasil perbincangan dengan orang pemasaran Speedy, baru saya tau klo tetap ada perbedaan antara kedua paket tersebut, apabila kondisi traffic sedang lucu-lucunya berebutan untuk keluar masuk, maka pemakai Paket Unlimited Office harus lebih bersabar untuk menunggu loading page yang sedang diaksesnya. Sedangkan pemakai Paket Unlimited Warnet lebih bisa bernapas agak lega, karena (mungkin) turunnya speed of connectivity tidak terlalu besar. Begitu juga ketika ada maintenance pada server atau jaringan, pemakai Paket Office juga menjadi nomor 2.
Dari perbincangan dengan beberapa teman yang sedang merencanakan pemasangan jaringan internet secara bersama-sama, maka mereka juga lebih memilih Paket Unlimited Office. Selain harga yang lebih terjangkau, mereka juga beralasan bahwa maintenance yang dilakukan tidak terlalu sering, jadi resiko koneksi melemah tidak terlalu tinggi.
Klo saya seorang pengusaha warnet di kota kecil semacam Madiun dan sekitarnya, saya juga akan pilih Paket Unlimited Office, tanpa memperhitungkan kualitas koneksi yang saya dapatkan untuk para user warnet saya. Lha wong selisih harganya begitu jauh, klo buat beli dawet bisa buat ngisi kolam renang atau bisa dijadikan sebagai biaya promosi untuk menarik user dengan memberikan teh botol manis dingin serta harga/jam yang murah. Mungkin muncul pemikiran, dengan tidak mempertimbangkan kualitas koneksi, padahal dalam bisnis warnet adalah bisnis jualan koneksi dan sewa komputer (definisi alakadarnya), maka akan banyak user yang akan beralih ke warnet lain. Mungkin klo di kota besar, hal tersebut bisa saja terjadi dan mungkin akan sangat besar kemungkinannya untuk terjadi. Madiun lain, dengan menyediakan tempat yang nyaman (seadanya), sekat-sekat atau klo perlu dibuatkan bilik-bilik kecil berpintu (dengan alasan privacy), teh botol manis dingin gratis, harga/jam dibuat 1500-2000 IDR, saya rasa masih mempunyai berpeluang besar untuk merebut pasar yang ada.
Dan yang bikin saya heran dan kecewa kepada PT. Telkom adalah tidak adanya kebijaksanaan bahwa untuk warnet maka harus beli Paket Warnet, lha kok malah diperbolehkan beli yang Paket Office, walopun memang (kadang) beberapa warnet memang menjadi "kantor" bagi beberapa orang. Tapi klo saya jadi pengusaha Warnet, saya akan tetap berusaha bagaimana caranya bisa mendapatkan Paket Office tetapi saya gunakan sebagai warnet.

Saya bukan pengusaha warnet, gak ada modal untuk itu. Entry diatas hanya "klo" saya jadi pengusaha warnet.